Sabtu, 20 Februari 2010

SISTEM EKONOMI SYARIAH

Ekonomi syariah merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang dilhami oleh nilai-nilai Islam. Ekonomi syariah atau sistim ekonomi koperasi berbeda dari kapitalisme, sosialisme, maupun negara kesejahteraan (Welfare State). Berbeda dari kapitalisme karena Islam menentang eksploitasi oleh pemilik modal terhadap buruh yang miskin, dan melarang penumpukan kekayaan. Selain itu, ekonomi dalam kaca mata Islam merupakan tuntutan kehidupan sekaligus anjuran yang memiliki dimensi ibadah.

Sistem ekonomi syariah sangat berbeda dengan ekonomi kapitalis, sosialis maupun komunis. Ekonomi syariah bukan pula berada ditengah-tengah ketiga sistem ekonomi itu. Sangat bertolak belakang dengan kapitalis yang lebih bersifat individual, sosialis yang memberikan hampir semua tanggungjawab kepada warganya serta komunis yang ekstrim, ekonomi Islam menetapkan bentuk perdagangan serta perkhidmatan yang boleh dan tidak boleh di transaksikan. Ekonomi dalam Islam harus mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, memberikan rasa adil, kebersamaan dan kekeluargaan serta mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha.

Ciri khas ekonomi syariah

Tidak banyak yang dikemukakan dalam Al Qur'an, dan hanya prinsip-prinsip yang mendasar saja. Karena alasan-alasan yang sangat tepat, Al Qur'an dan Sunnah banyak sekali membahas tentang bagaimana seharusnya kaum Muslim berprilaku sebagai produsen, konsumen dan pemilik modal, tetapi hanya sedikit tentang sistem ekonomi[5]. Sebagaimana diungkapkan dalam pembahasan diatas, ekonomi dalam Islam harus mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha. Selain itu, ekonomi syariah menekankan empat sifat, antara lain:

1. Kesatuan (unity)
2. Keseimbangan (equilibrium)
3. Kebebasan (free will)
4. Tanggungjawab (responsibility)

Manusia sebagai wakil (khalifah) Tuhan di dunia tidak mungkin bersifat individualistik, karena semua (kekayaan) yang ada di bumi adalah milik Allah semata, dan manusia adalah kepercayaannya di bumi. Didalam menjalankan kegiatan ekonominya, Islam sangat mengharamkan kegiatan riba, yang dari segi bahasa berarti "kelebihan". Dalam Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 275 disebutkan bahwa Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba...

SISTEM EKONOMI TRADISIONAL

Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat tradisional
secara turun temurun dengan hanya mengandalkan alam dan tenaga kerja.

Ciri dari sistem ekonomi tradisional adalah :

1. Teknik produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana
2. Hanya sedikit menggunakan modal
3. Pertukaran dilakukan dengan sistem barter (barang dengan barang)
4. Belum mengenal pembagian kerja
5. Masih terikat tradisi
6. Tanah sebagai tumpuan kegiatan produksi dan sumber kemakmuran

Sistem ekonomi tradisional memiliki kelebihan sebagai berikut :

1. Tidak terdapat persaingan yang tidak sehat, hubungan antar individu sangat erat
2. Masyarakat merasa sangat aman, karena tidak ada beban berat yang harus dipikul
3. Tidak individualistis

Kelemahan dari sistem ekonomi tradisional adalah :

1. Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana, sehingga produktivitas rendah
2. Mutu barang hasil produksi masih rendah

Saat ini sudah tidak ada lagi negara yang menganut sistem ekonomi tradisional, namun di beberapa daerah pelosok, seperti suku badui dalam, sistem ini masih digunakan dalam kehidupan sehari - hari

Rabu, 06 Januari 2010

KASIH SAYANG DAN PENGORBANAN AYAH



KASIH SAYANG DAN PENGORBANAN AYAH

Di sebuah desa kecil terdapat sebuah keluarga sederhana yang sangat bahagia. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu dan tiga orang anak mereka yang terdiri dari satu orang putri dan dua orang putra. Anak putri mereka sudah beranjak dewasa dan sekarang sudah menduduki bangku kuliah sedangkan anak putra pertama mereka duduk dibangku kelas dua SMA dan yang paling kecil duduk dibangku kelas satu SD. Awalnya rumah mereka terasa sangat hangat karena mereka selalu kumpul bersama. Setiap saat dan setiap waktu selalu berkumpul diruang keluarga,becanda ria,menonton televise bersama dan saling bercerita satu sama lain..
Ayah bekerja sebagai supir bus disuatu kota besar yaitu Jakarta dan ibu sebagai seorang ibu rumah tangga biasa.. Sudah hampir lima belas tahun ayah bekerja sebagai supir angkutan umum. Pendapatan ayah sebagai seorang supir sangat pas-pasan. Dengan hasil kerja ayah yang sangat pas-pasan,keluarga tersebut sudah sangat bersyukur dan tidak pernah merasa mengeluh. Dan sekarang Ayah sudah lama dipehaka dari pekerjaannya. Ketika mengetahui bahwa ayah telah dipehaka dari pekerjaannya,ibupun tidak kuat menahan kesedihany yang mendalam. Begitupun dengan anak-anak mereka,tidak tahu haruslam. Begitupun dengan anak-anak mereka,tidak tahu harus berbuat apa untuk tidak membuat ayah dan ibu terus-terusan bersedih. Semenjak dipehaka,Untuk kehidupan sehari-hari mereka, ayah hanya bisa meminta bantuan dari teman-temannya dan menunggu kabar dari teman-teman kerjanya yang bekerja ditempat ayah bekerja dulu untuk membantu atau menggantikan sift temannya itu. Kadang ayah tidak pernah mendapatkan kabar dari temannya untuk menggantikan sift tersebut,sehingga ayah hanya menghabiskan waktu dirumah bersama dengan keluarganya. Lama mereka mnjalani hidup seperti itu,tetapi keluarga tersebut tetap rsabar dan selalu bersyukur atas apa yang telah mereka terima.
Hampir dua tahun sudah ayah menjadi pengangguran. Anak pertama ayah sudah memasuki tahun kelulusan dari SMP dan begitupun anak kedua ayah yang telah memasuki tahun kelulusan dari Sekolah Dasar. Anak pertamanya itu ingin sekali melanjutkan sekolah di Pesantren. Karena ayah dan ibu menginginkan anaknya itu bahagia dan senang,merekapun akhirnya mengabulkan permintaan anak sulungnya itu yang juga merupakan anak perempuan satu-satunya. Karena tidak mau anak mereka tinggal ditempat yang kurang nyaman ketika berada ditempat penampungan santri, maka mereka mencari tempat yang dapat membuat anak mereka itu betah. Dan akhirnya ayah dan ibu mendapatkan pesantren yang cukup bagus tempatnya yang berada dikota Bogor tepatnya diParung Bogor, walaupun pesantren tersebut sangat mahal untuk dapat masuk ditempat itu,tetapi ayah dan ibu tidak menyerah untuk meminjam uang kesana kemari demi membahagiakan putrinya tersebut.
Setelah anak putri sulung mereka masuk dipesantren,ayah dan ibupun belum merasa tenang karena anak kedua mereka juga harus memasuki bangku Sekolah Menengah Pertama yang mana masih harus membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk biaya keperluan seragam dan lain-lain. Sewaktu anak putrid sulung mereka berada dipesantren,ayah berusaha sangat keras untuk mendapatkan uang untuk keperluan keluarga sehari-hari dan biaya sekolah anak pertama dan anak kedua mereka. Ibu juga tidak hanya berdiam diri dirumah,kadang ibu membantu tetangga yang sedang hajatan untuk membuat masakan atau membuat kue-kue khas betawi jika ada pesanan dari pembeli karena ibu adalah keturunan orang Betawi asli. Anak putri mereka tidak tahu bahwa keluarganya dirumah sedang membanting tulang demi biaya hidup sehari-hari.
Karena merasa keperluan keluarga dan anak-anaknya sudah semakin banyak,maka ayah semakin berusaha untuk mencari pekerjaan lagi. Walaupun itu sangat sulit didapat. Sekian lamanya ayah mencari pekerjaan tetapi tidak didapatinya juga. Ayahpun dengan sabar dan gigih mencari pekerjaan lagi dan dibantu dengan ibu yang selalu mendoakan ayah agar cepat mendapatkan pekerjaan. Lama sudah dilalui ayah,ibu dan anak-anaknya dirumah,akhirnya ayah terfikirkan untuk bekerja menjadi seorang Tenaga Kerja Indonesia untuk mengharapkan mendapatkan uang yang lumayan cukup untuk membiayai keluarganya dan membiayai anak-anaknya sampai di Perguruan Tinggi.. Mengetahui apa yang difikirkan ayah itu, ibupun menjadi sangat sedih. Keadaanlah yang membuat ayah harus seperti itu. Ibupun sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi.
Berhubung waktu itu ayah mempunyai seorang paman yang sedang bekerja diliuar negeri,ayahpun segera mencari tahu apakah ditempat pamannya bekerja tersebut terdapat lowongan pekerjaan untuknya. Dibantu dengan doa,akhirnya ayahpun mendapatkan kabar bahwa ditempat pamannya bekerja terdapat sebuah lowongay pekerjaan. Puji Syukur diucapkan oleh keluarga tersebut. Setelah mengetahui ada lowongan pekerjaan,dengan tidak membuang banyak waktu,ayah dan ibu segera membuat surat lamaran kerja dan mengurusi apa yang menjadi persyaratan untuk dapat bekerja ditempat tersebut.
Setelah selesai mengurusi semua persyaratan yang harus dipenuhi,ayah, ibu dan anak-anaknya menunggu kabar dari perusahaan yang ayah masuki lamaran kerja. Sekian lama mereka menunggu kabar tersebut. Akhirnya apa yang ditunggu-tunggu tiba. Ayah mendapatkan kabar bahwa lamaran yang beliau masukkan kedalam perusahaan tersebut telah diterima dan ayah sudah mendap;atkan pekerjaan lagi.. Untuk dapat bekerja,ayah harus tinggal disebuah asrama penampungan Tenaga Kerja Indonesia. Satu bulan ayah tinggal diasrama tersebut. Anak mereka yang perempuan yang tinggal dipesantren merasakan kesedihan yang mendalam karena demi anak-anaknya ayah rela bekerja ditempat yang sangat jauh dan dalam waktu yang lama. Anak kedua dan ketiga mereka juga merasakan demikian,mereka sangat sedih karena harus berpisah dengan ayah mereka dalam waktu lama.
Akhirnya waktu yang ditentukanpun tiba. Ayah akhirnya harus meninggalkan tempat tercintanya demi mencari rezeki untuk dapat membiayai kehidupan keluarganya trsebut. Saat ayah pergi,anak mereka yang perempuan tidak dapat mengucapkan salam perpisahan karena ia sedang menutut ilimu ditempat ia sekolah. Meskipun sudah meminta izin dari pihak sekolahnya unuk menemui ayahnya untuk terakhir kali sebelum beliau pergi jauh tetapi anak perempuan mereka tetap tidak dizinkan untuk menemui ayahnya itu. Ia merasa sangat sedih sekali. Tetapi walaupun demikian anak perempuan itu juga tidak lupa untuk selalu mendoakan ayahnya tersebut. Setiap hari anak perempuan mereka selalu bersedih.
Setelah sekian lama,tibalah saatnya anak perempuan mereka lulus sekolah. Pada acara perpisahan sekolah,anak perempuan itu sangat merasa sedih karena disaat yang berbahagia itu ia tidak ditemani oleh ayahnya,ia hanya ditemani oleh ibu dan adik-adiknya. Tidak seperti teman-temannya yang lain,yang seluruh keluarga dan orang tuanya berkumpul untuk mengucapkan selamat dan menghadiri acara istimewa tersebut.
Saat itu pula tibalah saatnya anak perempuan mereka untuk memasuki sebuah perguruan tinggi. Tak terasa Lama sudah ayah meninggalkan mereka untuk bekerja dan mencari uang. Dari kejauhan sana,ayah sering memberikan kabar kepada keluarga yang berada dirumah. Walaupun ayah sering merasakan sakit yang begitu mencekamnya tapi beliau tidak pernah menyerah untuk mencari rejeki demi anak-anak dan keluarganya dan demi membahagiakan mereka. Padahal sakit yang ayah derita sudah cukup parah tetapi ayah tetap semangat untuk dapat membahagiakan keluarganya dan anak-anaknya.
Tak terasa,sudah dua tahun ayah bekerja jauh diNegeri orang meninggalkan orang-orang tercinta dirumah. Rasa rindu yang sangat mendalam pun beliau rasakan kepada anak-anak dan keluarganya dirumah. Begitu pula dengan sanak keluarga dirumah,yang juga merindukan kedatangan ayah dirumah mereka. Dan Akhirnya ayah pun memutuskan untuk mengambil cuti panjang dari pekerjaannya tersebut untuk menemui anak-anak dan keluarganya.
Mengetahui ayah akan segera pulang kerumah,ibu dan anak-anaknya merasa sangat senang karena dapat berkumpul kembali bersama dirumah mereka. Saat kedatangan ayah,ibu bersama anak putri mereka dan anak si bungsu bergegas untuk datang menjemput disuatu Bandara di Jakarta. Saat bertemu,ayah langsung memeluk erat anak putrinya tersebut dan manangis haru karena putrinya yang sejak beliau tinggal untuk bekerja telah menjadi anak gadis yang sangat cantik,begitu pula dengan anak kedua dan anak bungsu mereka yang sudah tumbuh semakin besar. Sesampainya dirumah,rasa senang y begitu menyertai hati ayah. Dapat berkumpul bersama walau dengan waktu yang ditentukan yang tidak bisa lama,hanya dengan waktu dua bulan karena pekerjaan ayah tidak dapat ditinggal lama.
Berkumpul,bercengkerama,bercanda ria dan bercerita bersama,itulah yang dilakukan keluarga mereka saat kepulangan ayah. Walaupun mereka tidak berekreasi untuk menghilangkan segala kerinduan yang mendalam,tetapi dengan berkumpul bersama mereka tetap merasa senang dan bahagia. Tidak hanya ibu dan anak-anak mereka tetapi sanak saudara juga merasa senang saat kepulangan ayah dan dapat berkumpul bersama-sama dirumah mereka yang kecil. Saat tahun baru tiba,ayah meminta kepada anak dan istrinya untuk dapat berkumpul bersama dirumah. Mereka membuat acara kecil-kecilan sebelum ayah kembali pergi untuk melanjutkan bekerja. Bahagia dirasakan si bungsu.
Saat berkumpul,anak putrinya memperkenalkan seorang teman laki-lakinya kepada ayah. Ayahpun tanpa rasa segan mangatakan bahwa anak putrinya itu harus dapat membahagiakannya dan ibu. Ayah tidak mau anak putrinya itu merasakan hidup yang beliau rasakan. Ayah ingin putrinya merasakan kebahagiaan yang sepenuhnya. Tanpa disadari,disitu terlihat bahwa ayah merasa cemburu karena anak putrinya telah mulai mengenal dengan yang namanya kekasih. Putrinya pun juga tidak mau mengecewakan ayahnya tersebut yang telah berkorban membahagiakan keluarga karena tanpa jasa-jasa ayahnya,ia tidak mungkin dapat duduk dibangku kuliah.
Tak terasa,dua bulan sudah ayah berkumpul kembali dirumah bersama keluarga. Waktu cuti ayahpun talah hampir habis. Dan tibalah saat yang menyedihkan itu datang kembali. Ayah harus segera kembali keNegara Orang untuk melanjutkan pekerjaanya kembali. Anak mereka yang bungsu,mengetahui bahwa ayah akan segera pergi jauh kembali untuk waktu yang lama,serasa tidak ingin melewatkan waktu-waktunya bersama ayah.
Sedih,itulah yang dirasakan ayah. Anak-anaknya juga sangat merasakan kesedihan yang mendalam karena harus berpisah dengan ayah mereka kembali. Mau tidak mau merekapun juga harus merelakan ayah untuk pergi kembali demi membiayai kehidupan keluarga dirumah.
Ayah,,adalah seorang lelaki yang penuh pengorbanan. Sakit yang dirasa dan diderita tidak pernah beliau rasakan dan tidak pernah ia perlihatkan kepada keluarga. Walaupun terasa menyiksa atas sakit yang dirasa,tetapi ayah tidak pernah mengeluh. Semua akan ayah lakukan demi keluarga dan anak-anaknya. Pahit terasa seperti manis. Itulah yang ayah lakukan selama ini. Rasa kasih sayang yang sangat mendalam kepada keluarga dan sebuah pengorbanan serta perjuangan yang telah ayah berikan tak dapat diungkapkan dengan kata-kata.
Ayah,,engkaulah pahlawanku.
Kasih sayangmu takkan pernah kulupakan
Pengorbanan dan perjuanganmu yang begitu tulus
Tak dapat ku ungkapkan dengan kata-kata
Rinduku padamu yang selama ini terpendam telah kuuraikan
Ayah,,ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintangan,demi aku anakmu
Ayahku sayang,masih terus berjalan
Walau telapak kaki penuh darah penuh nanah
Walau darah membasahi sekujur tubuh
Seperti udara kasih saying yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas,ayah..
Ingin kudekap dan nangis dipangkuanmu
Sampai kutertidur bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa aku membalas
Wahai ayahku tersayang..

Kamis, 05 November 2009

TEORI HARAPAN

TEORI HARAPAN

Motivasi dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan entusiasmenya dalam melaksanakan suatu kegiatan, baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik).
Seberapa kuat motivasi yang dimiliki individu akan banyak menentukan terhadap kualitas perilaku yang ditampilkannya, baik dalam konteks belajar, bekerja maupun dalam kehidupan lainnya.. Kajian tentang motivasi telah sejak lama memiliki daya tarik tersendiri bagi kalangan pendidik, manajer, dan peneliti, terutama dikaitkan dengan kepentingan upaya pencapaian kinerja (prestasi) seseorang. Dalam konteks studi psikologi, Abin Syamsuddin Makmun (2003) mengemukakan bahwa untuk memahami motivasi individu dapat dilihat dari beberapa indikator, diantaranya: (1) durasi kegiatan; (2) frekuensi kegiatan; (3) persistensi pada kegiatan; (4) ketabahan, keuletan dan kemampuan dalam mengahadapi rintangan dan kesulitan; (5) devosi dan pengorbanan untuk mencapai tujuan; (6) tingkat aspirasi yang hendak dicapai dengan kegiatan yang dilakukan; (7) tingkat kualifikasi prestasi atau produk (out put) yang dicapai dari kegiatan yang dilakukan; (8) arah sikap terhadap sasaran kegiatan.
Untuk memahami tentang motivasi, kita akan bertemu dengan beberapa teori tentang motivasi, antara lain : (1) teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan); (2) Teori McClelland (Teori Kebutuhan Berprestasi); (3) teori Clyton Alderfer (Teori ERG); (4) teori Herzberg (Teori Dua Faktor); (5) teori Keadilan; (6) Teori penetapan tujuan; (7) Teori Victor H. Vroom (teori Harapan); (8) teori Penguatan dan Modifikasi Perilaku; dan (9) teori Kaitan Imbalan dengan Prestasi. (disarikan dari berbagai sumber : Winardi, 2001:69-93; Sondang P. Siagian, 286-294; Indriyo Gitosudarmo dan Agus Mulyono,183-190, Fred Luthan,140-167)
Sejak dikembangkan oleh Vroom, teori harapan dikembangkan lebih lanjut oleh ahli lain, antara lain oleh Porter & Lawler. Dalam pembahasan teori harapan selanjutnya akan dikemukakan teori harapan yang dikembangkan oleh Lawler berdasarkan pengembangan lebih lanjut dari model dari Porter-Lawler (1968), sebagaimana disajikan oleh Siegel & Lane (1982).
Model teori harapan dari Lawler mengajukan empat asumsi:
1. Orang mempunyai pilihan-pilihan antara berbagai hasil-keluaran yang secara potensial dapat mereka gunakan. Dengan perkataan lain, setiap hasil-keluaran alternatif mempunyai harkat (valence = V), yang mengacu pada ketertarikannya bagi seseorang. Hasil keluaran alternatif, juga disebut tujuan-tujuan pribadi (personal goals), dapat disadari atau tidak disadari oleh yang bersangkutan. Jika disadari, maknanya serupa dengan penetapan tujuan-tujuan. Jika tidak disadari, motivasi kerjanya lebih bercorak reaktif.
2. Orang mempunyai harapan-harapan tentang kemungkinan bahwa upaya (effort = E) mereka akan mengarah ke perilaku unjuk-kerja (performance = P) yang dituju. Ini diungkapkan sebagai harapan E-P.
3. Orang mempunyai harapan-harapan tentang kemungkinan bahwa hasil-hasil keluaran (outcomes = O) tertentu akan diperoleh setelah unjuk-kerja (P) mereka. Ini diungkapkan dalam rumusan harapan P-O.
4. Dalam setiap situasi, tindakan-tindakan dan upaya yang berkaitan dengan tindakan-tindakan tadi yang dipilih oleh seseorang untuk dilaksanakan ditentukan oleh harapan-harapan (E-P, dan P-O) dan pilihan-pilihan yang dipunyai orang pada saat itu.
Model harapan dari Lawler menyatakan bahwa besar kecilnya motivasi seseorang dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
Indeks motivasi = jl {(E-P) x jml [(P-O)(V)]}
Menurut Lawler, faktor-faktor yang menentukan E-P (kemungkina besarnya upaya menyebabkan tercapainya unjuk-kerja yang diinginkan) ialah harga diri atau kepercayaan diri, pengalaman lampau dalam situasi serupa, situasi sekarang yang aktual, komunikasi (informasi dan persepsi) dari orang lain. Misalnya P, unjuk-kerja yang diinginkan adalah nilai A untuk mata ujian psikologi Industri. Kepercayaan diri Anda besar akan kemampuan menguasai mata pelajaran ini. Pengalaman yang lampau bahwa jumlah 20 jam diperlukan mempelajari bahan mata ujian yang diperkirakan sama ‘beratnya’. Lama ujian dua jam, sama dengan mata ujian lainnya. Persepsi orang lain terhadap Anda ialah bahwa Anda mampu menguasai bahan Psikologi Industri. Anda mempunyai pilihan untuk mencapai nilai A, B atau C. Jika ingin mencapai nilai A, maka Anda akan menyediakan waktu belajar selama 20 jam untuk mempelajari bahan Psikologi Industri.
Besar kecilnya harapan P-O (sebesar apa kemungkinannya untuk mendapatkan berbagai hasil-keluaran jika mencapai unjuk-kerja tertentu) juga ditentukan oleh berbagai faktor, yaitu: pengalaman yang lalu dalam situasi yang serupa, ketertarikan dari hasil-keluaran, kepercayaan dalam kendali internal dalam melawan eksternal, harapan-harapan E-P, situasi aktual dan komunikasi dari orang lain. Tercapainya unjuk-kerja yang diinginkan tidak menyebabkan adanya kebutuhan yang dipenuhi. Tetapi dengan tercapainya unjuk-kerja tersebut akan terkait kemungkinan diperolehnya hasil-keluaran yang memenuhi atau gagal memenuhi kebutuhan-kebutuhan. Misalnya dengan dicapainya nilai A untuk Psikologi Industri diharapkan akan diperoleh kepercayaan yang lebih besar dari orang lain (hasil keluaran yang positif), iri hati dari rekan-rekan seangkatan (hasil-keluaran yang negatif), peningkatan kemudahan dan kelancaran dalam studi, penambahan teman untuk belajar bersama, makin besar kemungkina untuk memperoleh promosi jabatan, dan sebagainya.
Komponen ketiga dari model Lawler ialah harkat atau valence (V) yang mencerminkan bagaimana perasaan Anda terhadap berbagai hasil-keluaran. Hasil-keluaran adalah positif, jika Anda lebih ingin mencapainya, negatif jika Anda tidak ingin mencapainya, dan netral, jika Anda tidak mempedulikan hasil-keluarannya. Harkat diungkapkan dalam angka dan berkisar antara +1 samapai -1. misalnya mendapat promosi jabatan mendapat harkat +0,9, sedangkan menimbulkan iri hati pada rekan seangkatan mungkin harkatnya -0,5. Teori pengharapan berargumen bahwa kekuatan dari suatu kecenderungan untuk bertindak dengan suatu cara tertentu bergantung pada kekuatan dari suatu pengharapan bahwa tindakan itu akan diikuti oleh suatu keluaran tertentu , dan pada daya tarik dari keluaran tersebut bagi individu tersebut.
Dalam istilah yang lebih praktis, teori pengharapan, mengatakan seseorang karyawan dimotivasi untuk menjalankan tingkat upaya yang tinggi bila ia menyakini upaya akan menghantar ke suatu penilaian kinerja yang baik (Victor Vroom dalam Robbin 2003:229)
Karena ego manusia yang selalu menginginkan hasil yang baik baik saja, daya penggerak yang memotivasi semangat kerja seseorang terkandung dari harapan yang akan diperolehnya pada masa depan (Hasibuan 2001:165).
Apabila harapan dapat menjadi kenyataan, karyawan akan cenderung meningkatkan gairah kerjanya. Sebaliknya jika harapan tidak tercapai, karyawan akan menjdadi malas.
Teori ini dikemukakan oleh Victor Vroom yang mendasarkan teorinya pada tiga konsep penting, yaitu
• harapan (expentancy)
• Nilai (Valence)
• pertautan (Inatrumentality)
• Harapan (expentancy) adalah suatu kesempatan yang diberikan terjadi karena prilaku .Harapan merupakan propabilitas yang memiliki nilai berkisar nol yang berati tidak ada kemungkinan hingga satu yang berarti kepastian
• Nilai (Valence) adalah akibat dari prilaku tertentu mempunyai nilai atau martabat tertentu (daya atau nilai motivasi) bagi setiap individu tertentu
• Pertautan (Inatrumentality) adalah persepsi dari individu bahwa hasil tingkat pertama akan dihubungkan dengn hasil tingkat ke dua.Vroom mengemukakan bahwa pertautan dapat mempunyai nilai yang berkisar antara –1 yang menunjukan persepsi bahwa tercapinya tingkat ke dua adalah pasti tanpa hasis tingkat pertama dan tidak mungkin timbul dengan tercapainya hasil tingkat pertama dan positip satu +1 yang menunjukan bahwa hasil tingkat pertama perlu dan sudah cukup untuk menimbulkan hasil tingkat ke dua


SUMBER : LILIS AISYAH PRATIWI
AKHMAD SUDRAJAT, M.Pd.
RAMKUR

Selasa, 27 Oktober 2009

Dampak Komunikasi Media Massa dan Media Elektronik

Saat ini informasi sudah menjadi kebutuhan hidup manusia yang tak pernah lepas dari kesehariannya. Manusia sebagai makhluk sosial tentu akan terus berhubungan dengan manusia lain. Dengan perkembangan budaya dan peradaban manusia yang pesat ini, menuntut kita untuk terus mengaktualisasikan diri. Bertukar informasi sebagai bentuk perwujudan komunikasi mutlak diperlukan oleh setiap manusia.
Akses untuk memperoleh informasi dewasa ini sudah sangat mudah. Arus informasi terus mengalir secara global melewati batas ruang dan waktu. Saat ini kita dapat melihat dan mendapatkan informasi secara cepat bahkan langsung dari tempat kejadian. Perkembangan teknologi yang sudah sedemikian maju mendukung hal ini. Arus informasi hadir melalui beragam media, cetak maupun elektronik. Media massa berperan sebagai institusi yang menyediakan beragam informasi bagi khalayak.
Kebutuhan pada media massa memiliki pengaruh, seperti dijelaskan oleh Steven M. Chaffe (Dalam Wilhoit dan Harold de Bock, 1980:78) menjelaskan membatasi efek hanya selama berkaitan dengan pesan media, akan mengesampingkan banyak sekali pengaruh media massa. Kita cenderung melihat efek media massa, baik yang berkaitan dengan pesan maupun dengan media itu sendiri.
Jenis perubahan yang terjadi pada diri khalayak komunikasi massa, penerimaan informasi, perubahan perasaan atau sikap, dan perubahan perilaku, denga istilah lain perubahan kognitif, afektif, dan behavioral.
Komunikasi ada dimana-mana; di rumah, di kampus, di pasar, di mesjid, di mana saja. Sebagian besar kehidupan kita dihabiskan untuk berkomunikasi, dan bahkan komunikasi yang dilakukan menentukan kualitas kehidupan kita dan atau masyarakat.
Dengan komunikasi akan membentuk kesalingpengertian, menumbuhkan persahabatan, memelihara kasih sayang, menyebarkan pengetahuan dan pengalaman, dan bahkan membangun serta melestarikan sebuah peradaban. Namun dengan komunikasi pula kita mampu menciptakan kondisi yang kontradiktif dengan kondisi di atas. Begitu pentingnya komunikasi bagi kita, begitu akrabnya ia dengan kita, sampai-sampai kita merasa tidak perlu lagi mempelajarinya lebih jauh dan dalam lagi. Tentu saja lintasan pemikiran seperti itu merupakan kekeliruan yang fatal, sebab sesungguhnya dengan komunikasi yang dilakukan oleh seseorang (individu) atau masyarakat, akan mempunyai efek sangat besar bagi kekinian dan masa depan individu atau masyarakat tersebut.
Karakter komunikasi (ilmu) –semenjak lahirnya, telah menjadi kebutuhan manusia di dalam mempertahankan hidup bermasyarakat. Tanpa komunikasi, tidak mungkin suatu individu/masyarakat dapat menyetakan idea, cita-cita, kehendak, dan perasaan terhadap individu/masyarakat yang lain (Sumarno, 1995)
Komunikasi adalah jiwanya interaksi sosial, demikian kata Laswell. Ebiquitas (sifatnya yang ada dimana-mana) komunikasi telah menjadikannya menarik untuk dikaji dalam perspektif yang komprehensif, apalagi bila dikaitkan dengan sosial-budaya. Ada dua hal penting yang berkaitan antara komunikasi dengan hakikat kemanusiaan; pertama, komunikasi sangat esensial bagi pertumbuhan kepribadian manusia; kedua, komunikasi sangat erat kaitannya dengan perilaku dan pengalaman kesadaran manusia.
Bila dikaji lebih jauh lagi, dua hal di atas akan sangat berpengaruh (signifikan) terhadap perkembangan dan kesadaran suatu kelompok masyarakat, sebab pada hakikatnya individu dengan masyarakat itu tidak bisa dipisahkan. Menurut Al-Syahid Murtadha Muthahari, masyarakat itu homogen. Beliau menyatakan bahwa sudah fitrahnya manusia untuk hidup bermasyarakat sehingga secara naluriah manusia pasti bermasyarakat dimanapun kapanpun. Oleh sebab itu pada hakikatnya manusia itu satu, tidak ada pengkutuban / perbedaan di dalamnya. Manusia merupakan spesies tunggal, maka masyarakat-masyarakat manusia pun mempunyai sifat, wujud, dan hakikat yang sama. Pluralisme yang ada, menurutnya karena kesalahan dalam memandang masyarakat dan manusia sebagai suatu bentuk duniawi an sich. Padahal menurutnya, Al-Qur’an pun sudah memberitakan bahwa pada dasarnya agama yang diturunkan Allah kepada banyak nabi dan masyarakat adalah tetap satu tidak berubah-ubah (QS. 42;13) yang berbeda hanya terletak pada aturan-aturan tertentu. Sehingga agama yang satu itu baru bisa dijalankan oleh manusia yang satu sebagai spesies tunggal. Individu itu adalah unsur pembentuk masyarakat, maka masyarakat yang terdiri dari individu-individu yang satu itu pada hakikatnya merupakan satu spesies tunggal. Masyarakat manusia sebagai suatu entitas objektif, mencerminkan suatu spesies tunggal, bukan spesies kemajemukan jenis. (Muthahhari, 1985;47-49). Jadi, peran komunikasi dalam pembentukan/pertumbuhan kepribadian manusia akan juga berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian masyarakat itu sendiri. Selain itu, perilaku dan pengelaman kesadaran manusia sebagai individu-individu yang dibangun di atas pondasi komunikasi, tentunya juga akan serta merta mempengaruhi perilaku dan kesadaran manusia sebagai warga masyarakat.

Seperti yang sudah digambarkan pada entri sebelumnya mengenai penggunaan emoticon/smiley sebagai sarana ekspresi emosi seseorang dalam komunikasi tertulis — dalam hal ini melalui media elektronik, karena sejauh pengetahuan saya umumnya pembicaraan melalui surat jarang mengenal emoticon — saya justru jadi bertanya-tanya sendiri.

Kalau kita keheranan melihat seseorang yang biasanya menulis dengan datar tanpa emoticon (no offence, tidak maksud menyinggung) tiba-tiba merubah tekniknya tersebut plus menambah variasi emoticon yang digunakan, ibaratnya seperti orang mahal senyum yang tiba-tiba terlihat ceria, maka sebenarnya media apa yang lebih efektif untuk berkomunikasi?

Maksud saya, bukan soal smiley-nya. Maksud saya, bukan soal emoticon abuse-nya. Yang saya maksud itu soal proses penyampaian ide-idenya.

Kalau dalam proses interaksi sosial di dunia nyata, kita bertemu langsung dengan sang lawan bicara. Kita berada di hadapannya dan dia berada di hadapan kita. Kalau pembicaraan berlangsung dengan wajar, maka minimal terjadi satu kali kontak mata — prediksi kasar untuk yang berlangsung dengan wajar, karena saya rasa satu kali adalah jumlah sangat minimum.

Dengan kondisi yang semacam itu, komunikasi langsung di dunia nyata jelas menggambarkan kondisi si pembicara. Misalnya kalau lagi mengobrol, akan kelihatan bagaimana reaksi sewajarnya dari seseorang kalau diberikan topik tertentu. Jika diberikan informasi yang mengejutkan, maka kemungkinan orang itu akan merespon dengan ‘reaksi terkejut’ sebagaimana yang biasa ditunjukkan olehnya. Kalau orangnya memang heboh, maka dia akan terkejut dengan heboh pula. Kalau orangnya kaku, bisa jadi dia hanya manggut-manggut saja.

Jadi intinya reaksi dari aksi yang diberikan akan terjadi secara alamiah dalam sebuah komunikasi langsung.

Sebaliknya, komunikasi melalui media elektronik bisa jadi berlangsung berbeda. Pembicara dengan lawan bicaranya tidak harus bertemu langsung. Dengan begitu tidak ada kontak mata; paling banter hanya memandang foto dari masing-masing pembicara — itu pun kalau ada.

Oleh karena itu, komunikasi lewat media elektronik — sebut saja internet — tidak bisa benar-benar langsung menggambarkan kondisi dari pembicara dan lawan bicaranya. Kalau sedang mengobrol lewat Yahoo! Messenger, misalnya, pasti terdapat gap antara satu pembicaraan dengan pembicaraan lainnya. Dan gap itu dengan sendirinya memberikan lawan bicara untuk berpikir lebih dalam sebelum merespon si pembicara. Jadi tidak heran jika beberapa orang yang bisa kelihatan lebih bagus di internet — misalnya saya — karena dia bisa berpikir lebih tenang dibanding ketika berinteraksi di dunia nyata.

Media elektronika sebagai bagian dari media komunikasi saat ini sudah tidak bisa dihilangkan keberadaannya. Media ini sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia terutama dalam mengisi aktivitas kesehariannya, dan tidak hanya dilakukan pada saat untuk mengisi waktu luang, melainkan jugadi saat-sat melakukan pekerjaan. Penggunanya tidak hanya orang dewasa, bahwa anak-anak juga memanfaatkan keberadaannya. Bahkan dibandingkan media cetak seperti, surat kabar, majalah, leaflet, maka media elektronika ini jauh lebih banyak penggunanya. Beberapa alasan orang menggunakan media elektronik, yaitu: media ini bisa memberikan informasi secara cepat, karena sifatnya yang audio-visual memudahkan orang memahami informasi yang diberikan baik secara langsung di saat kejadian maupun di saat mengerjakan aktivitas lain. Karena kemudahannya inilah, maka pengguna media elektronik semakin banyak.

Masalahnya adalah informasi yang diberikan sangat beragam, dan penggunanya juga beragam. Bila penggunanya hanya sekelompok orang saja, maka dampaknya tidak membahayakan, namun bila penontonnya adalah seluruh warga masyarakat sebagai bagian suatu bangsa, maka efeknya media ini akan mewarnai seluruh sudut dan sendi kehidupan bangsa, dan termasuk didalamnya adalah kepribadian bangsa. Bila pada era awal tahun 1960-an, program dan saluran televisi misalnya jumlahnya hanya sedikit, maka program-program tayangannya bisa dikontrol. Untuk tahun 2000-an ini, jumlah saluran kian banyak dan jenis program juga sangat bervariasi. Tidak dapat dibendungnya kompetisi antar televisi dalam perlombaan tayangan agar disukai oleh penonton, menjadikan dilemma akan keberadaan media elektronik ini semakin kuat. Televisi yang menayangkan berita, film, dan tayangan yang tidak mencerminkan budaya negeri akan memberikan efek pada masyarakat. Kalau efek yang ditimbulkan banyak yang positif akibatnya tidak masalah, namun apabila tayangan itu memberikan dampak negatif, maka yang terjadi adalah media menjadi “siluman” yang bisa menghancurkan jiwa dan kepribadian individu seluruh negeri, atau dlam tataran komunal adalah kepribadian kebangsaan ini. .

SUMBER : - SURYANTO FAK PSIKOLOGI UNAIR

- BLOG ADITYA DWI JULIAN

- WARTA WARGA MUHAMMAD WILDAN

- FU’ADZ AL-GHARUTY

Kamis, 22 Oktober 2009

ARTI PENTING ORGANISASI DAN METODE DALAM PERUSAHAAN

ARTI PENTING ORGANISASI DAN METODE


Sebelum kita menguraikan pengertian dari organisasi dan metode, terlebih dahulu kita dapat mengenal masing-masing arti kata dari organisasi dan metode.
Organisasi adalah sekumpulan orang atau kelompok yang mempunyai tujuan yang sama dan terstruktur atau mempunyai kerja sama. Menurut J.M.Gaus organisasi adalah tata hubungan antar orang-orang untuk dapat memungkinkan tercapainya tujuan bersama dengan adanya pembagian tugas dan tanggung jawab.
Metode adalah suatu cara atau tata kerja dari setiap anggota organisasi yang memajukan pekerjaan mereka, agar dapat pencapaian yang efesien dan maksimal pada organisasi.
Jadi Pengertian dari organisasi dan metode adalah :
Rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dimanika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sudah direncanakan.
Kali ini saya mencoba menganalisa suatu perusahaan yang sudah saya buat sebelumnya yaitu CV.Consult Information Technology. Perusahaan ini memiliki kegiatan organisasi yang sangat kuat, karena perusahaan ini memiliki tujuan yang sama. Dan perusahaan ini memiliki personil cukup banyak, tiap personil terbagi dalam masing-masing keahlian. Maka dari itu agar perusahaan ini mencapai tujuan yang direncanakan butuh organisasi dan metode. Karena perusahaan ini menganut tata kerja yang efeksitas dan efesiensi biaya, butuh pengendalian dalam semua ini. Biasanya dalam perusahaan mempunyai suatu kepemimpinan atau manajer yang mengatur segala sesuatunya dalam perusahaan. Dan perusahaan ini juga mempunyai suatu kepemimpinan yaitu RAYA GROUP, group ini yang mengatur dan merencanakan segala sesuatunya tentang perusahaan ini. Group ini terdiri dari tiap-tiap manajer bagian, seperti manajer bagian keuangan, manajer bagian personalia, dan lain-lainnya. Selain tiap bagian memiliki manajer, perusahaan ini juga memiliki satu GM atau pemimpin dari semua pemimpin yaitu seseorang yang memiliki saham dari perusahaan ini, karena perusahaan ini berbentuk CV. Dia lah yang berhak menentukan apa rencana yang akan dilakukan perusahaan ini.

BENTUK-BENTUK ORGANISASI NIAGA DAN SOSIAL


Dalam bentuk-bentuk organisasi terbagi bermacam-macam bagian yaitu organisasi niaga dan social .
Organisasi Niaga yaitu organisasi yang mempunyai tujuan utamanya suatu keuntungan dalam organisasi itu sendiri. Bentuk-bentuk organisasi niaga cukup banyak juga yaitu :
• Fa (firma) suatu organisasi yang modalnya dari hasil bersama dan jika ada kerugiaan maka yang bertanggung jawab adalah tanggung jawab bersama.
• CV memiliki dua bagian yaitu Aktif atau Pasif yang maksudnya jika Aktif yang menanamkan modalnya ke suatu organisasi ini juga ikut serta dalam berorganisasi, dan Pasif yang menanamkan modal tidak ikut serta dalam berorganisasi ini.
• PT memiliki berbagai macam seperti tbk yang artinya organisasi ini terbuka dan dapat dimiliki oleh pihak luar.
• Koperasi suatu organisasi yang melakukan kegiatan simpan pinjam pada setiap anggtonya.
• Kartel yaitu suatu perkumpulan dari beberapa organisasi atau perusahaan yang bergerak dibidang sama yang membuat perjanjian tertentu agar tidak terjadi persaingan yang tidak seimbang.
• Join Venture suatu organisasi yang beranggotakan beberapa Negara.
• Trust yaitu gabungan dari beberapa perusahaan agar lebih kuat dari yang sebelumnya.
• Holding Company Suatu gabungan saham yang biasanya mengawasi 1 atau lebih perusahaan, dan mengawasinya dengan keseluruhan.
Organisasi Sosial yaitu suatu organisasi yang mengutamakan kepentingan dalam bersosial, seperti partai, atau pun perkumpulan pemuda.


Dalam perusahaan yang saya analisa perusahaan ini memiliki bentuk CV aktif yang merupakan penanam saham ikut serta dalam kegiatan perusahaan ini. Perusahaan ini juga menawarkan untuk join atau bergabung bagi yang ingin menanamkan modalnya ke perusahaan ini dan ikut serta juga dalam perusahaan ini. Karena perusahaan ini berbentuk CV, maka perusahaan ini bertujuan untuk mendapatkan untung sebanyak-banyak nya. Para pemegang saham dalam perusahaan ini boleh merencanakan sesuatu idenya untuk kebaikan perusahaan ini, seperti halnya merencanakan penawaran jasa atau barang kepada perusahaan-perusahaan lain. Hal ini merupakan kegiatan yang bermanfaat bagi perusahaan ini agar perusahaan ini memiliki pelanggang yang banyak, karena perusahaan ini bergerak dibidang IT yang dimana dibutuhkan oleh setiap perusahaan.

BENTUK STRUKTUR ORGANISASI


Pada perusahaan yang saya analisa perusahaan ini memiliki suatu bentuk struktur organisasi yaitu bentuk organisasi fungsional dan staff. Hal ini dikarenakan jika saya perhatikan disini perusahaan ini memiliki banyak bagian-bagian yang terpisah dan wewenang dan tanggung jawab dapat dilakukan pada pemimpin yang dibagian rendah. Jarak antara pemimpin atas dan bawah juga tak terlalu jauh. Hal ini didukung dengan pernyataan tipe organisasi yang berbentuk kerucut yaitu seperti berikut :
Tipe Kerucut
ciri-ciri organisasi dari tipe kerucut :
a. Jumlah satuan organisasi banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki/kewenangan banyak.
b. Rentang kendali sempit.
c. Pelimpahan wewenang dan tanggungjawab dapat dilakukan sampai kepada pejabat/pimpinan yang bawah/rendah.
d. Jarak antara pimpinan tingkat atas dengan pimpinan tingkat bawah terlalu jauh.
e. Jumlah informasi jabatan cukup besar.
Sumber ini didapat dari materi perkuliahan Teori organisasi umum 1 yang didownload di staffsite.

Kegiatan manajemen :

1. Planning (perencanaan)

· Merupakan proses kegiatan pemikiran, dugaan dan penentuan prioritas-prioritas yang harus dilakukan secara rasional sebelum melaksanakan tindakan yang sebenarnya.

· Merupakan kegiatan non fisik (kejiwaan) sebelum melaksanakan kegiatan fisik.

· Sangat diperlukan dalam rangka mengarahkan tujuan dan sasaran organisasi serta tujuan suatu program pembangunan

b. Organizing (pengorganisasian)

· Merupakan proses penyusunan pembagian kerja ke dalam unit-unit kerja dan fungsi-fungsinya serta penempatan mengenai orang yang menduduki fungsi-fungsi tersebut secara tepat.

· Dilakukan demi perencanaan, pelaksanaan dan pembagian kerja yang tepat.

· Harus diperhatikan dalam penempatan orang (staffing) dilakukan secara obyektif.

1. Motivating (pendorongan)

· Merupakan proses kegiatan yang harus dilakukan untuk membina dan mendorong semangat dan kerelaan kerja para pegawai.

· Mencakup segi-segi perangsang baik yang bersifat rohaniah seperti kenaikan pangkat, pendidikan dan pengembangan karier, pemberian cuti dan sebagainya maupun yang bersifat jasmaniah seperti sistem upah yang baik dan memotivasi, pemberian tunjangan, penyediaan fasiliatas yang lengkap, dan sebagainya.

d. Controlling (pengendalian)

· Merupakan rangkaian kegiatan yang harus dilakukan untuk mengadakan pengawasan, penyempurnaan dan penilaian sehingga dapat mencapai tujuan seperti yang direncanakan.

· Sangat penting untuk mengetahui sampai dimana pekerjaan sudah dilaksanakan.

· Dapat dilakukan evaluasi, penentuan tindakan korektif ataupun tindak lanjut, se hingga pengembangan dapat ditingkatkan pelaksanaannya.

Keempat kegiatan manajemen tersebut tidak dapat terlaksana tanpa adanya sumber-sumber ataupun sarana yang harus didayagunakan secara tepat. Sumber-sumber yang dimaksud disebut 6 M (The six M’s in management), yaitu:

1. Manusia atau tenaga kerja (man power).

2. Uang atau dana (money).

3. Bahan-bahan atau material (materials).

4. Mesin dan peralatan (machine and equipment).

5. Tata kerja atau (methods)/

6. Pasar (market).

TEORI ORGANISASI2

Sejalan dengan dinamika manusia, maka timbullah berbagai jenis organisasi yang berperan selaku wahana dan saluran utama dalam usaha berkehidupan masyarakat secara tertib. Seirama dengan dinamika itu pula, timbullah berbagai jenis kebutuhan manusia yang kian lama kian kompleks pula se­hingga menjadi di luar batas-batas kemampuan seseorang untuk memenuhi seluruh kebutuhannya secara mandiri. Dengan perkataan lain, manusia modern menjadi manusia organisasional.

Salah satu akibat daripada kenyataan demikian adalah bahwa semakin banyak organisasi, baik jenis maupun kuantitasnya, yang diciptakan oleh manusia sehingga dapat dikatakan bahwa masya rakat modern telah menjadi masyarakat organisasional pula. Dengan perkataan lain, kompleksitasnya kebutuhan manusia dan masya rakat melahirkan berbagai jenis organisasi yang semakin kompleks pula.

Untuk menjadikan organisasi yang semakin kompleks itu dapat dipahami, berkembanglah teori organisasi dengan asas-asasnya, rumus-rumusnya, kaidah-kaidahnya dan pendekatan-pendekatannya. Artinya, timbullah berbagai usaha intelektual untuk lebih memahami efektifitas daripada berbagai organisasi itu. Lebih memahami efektifitas daripada setiap organisasi dimana seseorang menjadi anggota sangatlah pentingnya karena dua alasan utama, yaitu:

1. Mandalami batas-batas kemampuan organisasi untuk mencapai tujuannya yang telah ditetapkan sebelumnya.

2. Agar setiap anggota organisasi semakin dapat meng-identifikasikan dengan lebih jelas sumbangan apa yang dapat di-berikannya dalam meningkatkan efektifitas organisasi.

sumber :REZA KURNIAWAN blog gundar

BLOG al’asqalani

ARTI PENTING ORGANISASI DAN METODE DALAM PERUSAHAAN

ARTI PENTING ORGANISASI DAN METODE


Sebelum kita menguraikan pengertian dari organisasi dan metode, terlebih dahulu kita dapat mengenal masing-masing arti kata dari organisasi dan metode.
Organisasi adalah sekumpulan orang atau kelompok yang mempunyai tujuan yang sama dan terstruktur atau mempunyai kerja sama. Menurut J.M.Gaus organisasi adalah tata hubungan antar orang-orang untuk dapat memungkinkan tercapainya tujuan bersama dengan adanya pembagian tugas dan tanggung jawab.
Metode adalah suatu cara atau tata kerja dari setiap anggota organisasi yang memajukan pekerjaan mereka, agar dapat pencapaian yang efesien dan maksimal pada organisasi.
Jadi Pengertian dari organisasi dan metode adalah :
Rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dimanika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sudah direncanakan.
Kali ini saya mencoba menganalisa suatu perusahaan yang sudah saya buat sebelumnya yaitu CV.Consult Information Technology. Perusahaan ini memiliki kegiatan organisasi yang sangat kuat, karena perusahaan ini memiliki tujuan yang sama. Dan perusahaan ini memiliki personil cukup banyak, tiap personil terbagi dalam masing-masing keahlian. Maka dari itu agar perusahaan ini mencapai tujuan yang direncanakan butuh organisasi dan metode. Karena perusahaan ini menganut tata kerja yang efeksitas dan efesiensi biaya, butuh pengendalian dalam semua ini. Biasanya dalam perusahaan mempunyai suatu kepemimpinan atau manajer yang mengatur segala sesuatunya dalam perusahaan. Dan perusahaan ini juga mempunyai suatu kepemimpinan yaitu RAYA GROUP, group ini yang mengatur dan merencanakan segala sesuatunya tentang perusahaan ini. Group ini terdiri dari tiap-tiap manajer bagian, seperti manajer bagian keuangan, manajer bagian personalia, dan lain-lainnya. Selain tiap bagian memiliki manajer, perusahaan ini juga memiliki satu GM atau pemimpin dari semua pemimpin yaitu seseorang yang memiliki saham dari perusahaan ini, karena perusahaan ini berbentuk CV. Dia lah yang berhak menentukan apa rencana yang akan dilakukan perusahaan ini.

BENTUK-BENTUK ORGANISASI NIAGA DAN SOSIAL


Dalam bentuk-bentuk organisasi terbagi bermacam-macam bagian yaitu organisasi niaga dan social .
Organisasi Niaga yaitu organisasi yang mempunyai tujuan utamanya suatu keuntungan dalam organisasi itu sendiri. Bentuk-bentuk organisasi niaga cukup banyak juga yaitu :
• Fa (firma) suatu organisasi yang modalnya dari hasil bersama dan jika ada kerugiaan maka yang bertanggung jawab adalah tanggung jawab bersama.
• CV memiliki dua bagian yaitu Aktif atau Pasif yang maksudnya jika Aktif yang menanamkan modalnya ke suatu organisasi ini juga ikut serta dalam berorganisasi, dan Pasif yang menanamkan modal tidak ikut serta dalam berorganisasi ini.
• PT memiliki berbagai macam seperti tbk yang artinya organisasi ini terbuka dan dapat dimiliki oleh pihak luar.
• Koperasi suatu organisasi yang melakukan kegiatan simpan pinjam pada setiap anggtonya.
• Kartel yaitu suatu perkumpulan dari beberapa organisasi atau perusahaan yang bergerak dibidang sama yang membuat perjanjian tertentu agar tidak terjadi persaingan yang tidak seimbang.
• Join Venture suatu organisasi yang beranggotakan beberapa Negara.
• Trust yaitu gabungan dari beberapa perusahaan agar lebih kuat dari yang sebelumnya.
• Holding Company Suatu gabungan saham yang biasanya mengawasi 1 atau lebih perusahaan, dan mengawasinya dengan keseluruhan.
Organisasi Sosial yaitu suatu organisasi yang mengutamakan kepentingan dalam bersosial, seperti partai, atau pun perkumpulan pemuda.


Dalam perusahaan yang saya analisa perusahaan ini memiliki bentuk CV aktif yang merupakan penanam saham ikut serta dalam kegiatan perusahaan ini. Perusahaan ini juga menawarkan untuk join atau bergabung bagi yang ingin menanamkan modalnya ke perusahaan ini dan ikut serta juga dalam perusahaan ini. Karena perusahaan ini berbentuk CV, maka perusahaan ini bertujuan untuk mendapatkan untung sebanyak-banyak nya. Para pemegang saham dalam perusahaan ini boleh merencanakan sesuatu idenya untuk kebaikan perusahaan ini, seperti halnya merencanakan penawaran jasa atau barang kepada perusahaan-perusahaan lain. Hal ini merupakan kegiatan yang bermanfaat bagi perusahaan ini agar perusahaan ini memiliki pelanggang yang banyak, karena perusahaan ini bergerak dibidang IT yang dimana dibutuhkan oleh setiap perusahaan.

BENTUK STRUKTUR ORGANISASI


Pada perusahaan yang saya analisa perusahaan ini memiliki suatu bentuk struktur organisasi yaitu bentuk organisasi fungsional dan staff. Hal ini dikarenakan jika saya perhatikan disini perusahaan ini memiliki banyak bagian-bagian yang terpisah dan wewenang dan tanggung jawab dapat dilakukan pada pemimpin yang dibagian rendah. Jarak antara pemimpin atas dan bawah juga tak terlalu jauh. Hal ini didukung dengan pernyataan tipe organisasi yang berbentuk kerucut yaitu seperti berikut :
Tipe Kerucut
ciri-ciri organisasi dari tipe kerucut :
a. Jumlah satuan organisasi banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki/kewenangan banyak.
b. Rentang kendali sempit.
c. Pelimpahan wewenang dan tanggungjawab dapat dilakukan sampai kepada pejabat/pimpinan yang bawah/rendah.
d. Jarak antara pimpinan tingkat atas dengan pimpinan tingkat bawah terlalu jauh.
e. Jumlah informasi jabatan cukup besar.
Sumber ini didapat dari materi perkuliahan Teori organisasi umum 1 yang didownload di staffsite.

Kegiatan manajemen :

1. Planning (perencanaan)

· Merupakan proses kegiatan pemikiran, dugaan dan penentuan prioritas-prioritas yang harus dilakukan secara rasional sebelum melaksanakan tindakan yang sebenarnya.

· Merupakan kegiatan non fisik (kejiwaan) sebelum melaksanakan kegiatan fisik.

· Sangat diperlukan dalam rangka mengarahkan tujuan dan sasaran organisasi serta tujuan suatu program pembangunan

b. Organizing (pengorganisasian)

· Merupakan proses penyusunan pembagian kerja ke dalam unit-unit kerja dan fungsi-fungsinya serta penempatan mengenai orang yang menduduki fungsi-fungsi tersebut secara tepat.

· Dilakukan demi perencanaan, pelaksanaan dan pembagian kerja yang tepat.

· Harus diperhatikan dalam penempatan orang (staffing) dilakukan secara obyektif.

1. Motivating (pendorongan)

· Merupakan proses kegiatan yang harus dilakukan untuk membina dan mendorong semangat dan kerelaan kerja para pegawai.

· Mencakup segi-segi perangsang baik yang bersifat rohaniah seperti kenaikan pangkat, pendidikan dan pengembangan karier, pemberian cuti dan sebagainya maupun yang bersifat jasmaniah seperti sistem upah yang baik dan memotivasi, pemberian tunjangan, penyediaan fasiliatas yang lengkap, dan sebagainya.

d. Controlling (pengendalian)

· Merupakan rangkaian kegiatan yang harus dilakukan untuk mengadakan pengawasan, penyempurnaan dan penilaian sehingga dapat mencapai tujuan seperti yang direncanakan.

· Sangat penting untuk mengetahui sampai dimana pekerjaan sudah dilaksanakan.

· Dapat dilakukan evaluasi, penentuan tindakan korektif ataupun tindak lanjut, se hingga pengembangan dapat ditingkatkan pelaksanaannya.

Keempat kegiatan manajemen tersebut tidak dapat terlaksana tanpa adanya sumber-sumber ataupun sarana yang harus didayagunakan secara tepat. Sumber-sumber yang dimaksud disebut 6 M (The six M’s in management), yaitu:

1. Manusia atau tenaga kerja (man power).

2. Uang atau dana (money).

3. Bahan-bahan atau material (materials).

4. Mesin dan peralatan (machine and equipment).

5. Tata kerja atau (methods)/

6. Pasar (market).


TEORI ORGANISASI2

Sejalan dengan dinamika manusia, maka timbullah berbagai jenis organisasi yang berperan selaku wahana dan saluran utama dalam usaha berkehidupan masyarakat secara tertib. Seirama dengan dinamika itu pula, timbullah berbagai jenis kebutuhan manusia yang kian lama kian kompleks pula se­hingga menjadi di luar batas-batas kemampuan seseorang untuk memenuhi seluruh kebutuhannya secara mandiri. Dengan perkataan lain, manusia modern menjadi manusia organisasional.

Salah satu akibat daripada kenyataan demikian adalah bahwa semakin banyak organisasi, baik jenis maupun kuantitasnya, yang diciptakan oleh manusia sehingga dapat dikatakan bahwa masya rakat modern telah menjadi masyarakat organisasional pula. Dengan perkataan lain, kompleksitasnya kebutuhan manusia dan masya rakat melahirkan berbagai jenis organisasi yang semakin kompleks pula.

Untuk menjadikan organisasi yang semakin kompleks itu dapat dipahami, berkembanglah teori organisasi dengan asas-asasnya, rumus-rumusnya, kaidah-kaidahnya dan pendekatan-pendekatannya. Artinya, timbullah berbagai usaha intelektual untuk lebih memahami efektifitas daripada berbagai organisasi itu. Lebih memahami efektifitas daripada setiap organisasi dimana seseorang menjadi anggota sangatlah pentingnya karena dua alasan utama, yaitu:

1. Mandalami batas-batas kemampuan organisasi untuk mencapai tujuannya yang telah ditetapkan sebelumnya.

2. Agar setiap anggota organisasi semakin dapat meng-identifikasikan dengan lebih jelas sumbangan apa yang dapat di-berikannya dalam meningkatkan efektifitas organisasi.

sumber :REZA KURNIAWAN blog gundar

al’asqalani