Sejak tahun 1995,teknologi Informasi dan komunikasi (ICT) telah contribute cepat terhadap produk domestik bruto (PDB) dan produktifitas pertumbuhan tenaga kerja di sejumlah negara maju terutama di Negara Amerika. Ini telah di tunjukkan oleh sejumlah studi penelitian mengenai dampak ICT. Baru-baru ini diperkirakan U.S Departemen Tenaga Kerja menunjukkan bahwa pertumbuhan produktifitas tenaga kerja di Amerika Serikat selama sejak 1995-2004 mengalami lonjakan lebih dari dua kali lipat dari sebelumnya. Sehubungan dengan kontribusi saluran terhadap produktivitas di empat negara Central
and Eastern Europe (CEE yang Data shuf efisien tersedia,angka 1 menunjukkan bahwa
pada Hungaria dan Slowakia sektor ICT dipercepat konvergensi, karena iuran untuk
produktivitas tenaga kerja pertumbuhan yang lebih tinggi daripada di-Uni Eropa
bukan seperti kasus Polandia yang lebih rendah dari Republik Ceko, perbedaan dalam
ukuran sektor TIK di empat negara CEE sebagian besar didorong oleh perbedaan
nilai Asing Investasi Langsung prasyarat ICT untuk mempercepat Pertumbuhan
PDB dan produktivitas (OECD 2004). Karena menggunakan ICT-industri di negara-negara CEE melaporkan pertumbuhan produktivitas tinggi dari non-ICT jasa dan ekonomi
tua di industri, investasi dalam aplikasi bisnis ICT (ERP, CRM,
online pengadaan, e-commerce, dan sebagainya), ditambah dengan inovasi
organisasi dan ditingkatkan keterampilan manusia,bisa memberikan
kontribusi terhadap produktivitas lebih cepat.
Oleh karena itu labih cepat konvergensi dengan negara maju dari tingkat yang lebih rendah dari modal TIK terakumulasi selama ini harus bergantung pada penggunaan ICT.
Di Republik Ceko,Hungaria, dan Polandia tingkat produktivitas tenaga kerja dalam industri "ekonomi tua" dari pengolahan makanan,
tekstil, produk kayu, pulp, kertas dan penerbitan, bahan kimia, dan logam dasar pada tahun 2002 tidak melebihi40% dari tingkat-15 Uni Eropa rata-rata. Oleh karena itu, ada lingkup yang luas bagi pertumbuhan produktivitas ICT-driven.sektor manufaktur, yang dapat meningkatkan intensitas investasi TIK dan sehingga mencapai tingkat yang sama pertumbuhan produktivitas industri ICT-gunakan, mereka akan menyediakan cukup
meningkatkan ke konvergensi dengan yang dikembangkan negara. Menyadari potensi ini, bagaimanapun, akan memerlukan reformasi struktural lebih lanjut ditujukan untuk pembukaan perbatasan untuk berdagang, peningkatan SWB ยบ modal asing dan pengeluaran modal manusia, meningkatkan efektifitas penegakan hukum, meningkatkan makroekonomi stabilitas, dan-di atas semua mempromosikan kuat persaingan dalam tenaga kerja dan produk pasar. terakhir dapat dilakukan terutama melalui pengembangan penuh
layanan e publik, termasuk e-procurement. Hal ini tidak akan hanya membawa tabungan yang cukup besar di sektor publik, mengurangi birokrasi, mengurangi korupsi,
dan meningkatkan kualitas iklim usaha, tapi juga menstimulasi kepentingan perusahaan
dalam menggunakan aplikasi ICT lebih maju. Seperti publik "strategi push" maka bisa saja cukup besar spillover efek pada penggunaan ICT di seluruh ekonomi.
Sekitar tahun 1995 penggunaan ICT harus mulai di perkuat untuk pembuatan mesin,sarana transportasi dan sebagainya. Seperti skenario ynag positif,adalah dengan tidak adanya aplikasi baru yang sering di dramatisir.
Kamis, 23 Desember 2010
Puting TIK Dalam Tangan dari Wanita Kanpur dan Chikan yang Bordir Pekerja Lucknow
Kanpur dan Lucknow adalah dua kabupaten India yang paling padat penduduknyadan memiliki kenikmatan yang menonjol dengan searah. Distrik-distrik perkotaan yerletak di salah satu yang paling sosial dan ekonomi negara mundur Uttar Pradesh. Kepadatan penduduk di Kanpur Lucknow menempatkan tekanan atau tempat si fasilitasnya yang hampir di daerah tersebut tidak ada sipil dan infrasturktur dan merupakan daerah yang paling miskin dan memiliki tingkat kriminalitas yang tinggi. Yang khas dari kabupaten tersebut adalah chikankari,yaitu kesenian tradisional yang masih merupakan bagian integral dari kehidupan dan sumber penghasilan untuk keluarga mereka. Pekerja Bordir di Kanpur Lucknow mendirikan Proyek Community Multimedia Centers (CMC) di beberapa komunitas miskin di daerah Kanpur dan Lucknow untuk memberikan pelatihan di bidang TI,kerajinan dan panggilan tradisional lainnya di samping
untuk memberikan informasi tentang kesehatan, pendidikan,
dan pemberdayaan perempuan. Selain mempromosikan menghasilkan pendapatan dan
kesempatan pendidikan bagi perempuan, komunitas usaha mobilisasi berbasis dilakukan untuk penyebaran aplikasi TIK dalam perempuan.mereka telah menghasilkan
modul multimedia dengan topik meliputi pemberdayaan perempuan, hak-hak hukum dan
isu, peningkatan keterampilan, peningkatan pendapatan, dan kesehatan dan pendidikan. Untuk dapat memahami budaya dan faktor ekonomi Lucknow-Lucknow didirikan. Proyek ini komunitas terdiri dari perempuan-perempuan yang bekerja secara informal. Selain itu proyek ini juga bertujuan untuk mengatasi kekurangan kesempatan kerja sebagai hambatan bagi mereka. TIK dapat meningkatkan kapasitas perempuan dan memiliki minat yang besar dalam mengginakan TIK untuk mengambil informasi kesehatan di sektor informal demi meningkatkan informasi mereka.
untuk memberikan informasi tentang kesehatan, pendidikan,
dan pemberdayaan perempuan. Selain mempromosikan menghasilkan pendapatan dan
kesempatan pendidikan bagi perempuan, komunitas usaha mobilisasi berbasis dilakukan untuk penyebaran aplikasi TIK dalam perempuan.mereka telah menghasilkan
modul multimedia dengan topik meliputi pemberdayaan perempuan, hak-hak hukum dan
isu, peningkatan keterampilan, peningkatan pendapatan, dan kesehatan dan pendidikan. Untuk dapat memahami budaya dan faktor ekonomi Lucknow-Lucknow didirikan. Proyek ini komunitas terdiri dari perempuan-perempuan yang bekerja secara informal. Selain itu proyek ini juga bertujuan untuk mengatasi kekurangan kesempatan kerja sebagai hambatan bagi mereka. TIK dapat meningkatkan kapasitas perempuan dan memiliki minat yang besar dalam mengginakan TIK untuk mengambil informasi kesehatan di sektor informal demi meningkatkan informasi mereka.
Senin, 08 November 2010
PENEMU INTERNET
Vannevar Bush (11 Maret, 8190 - 30 Juni, 1974 adalah seorang insinyur dan ilmuwan berkebangsaan Amerika yang dikenal karena pencapaiannya pada bidang kompetisi analog, peran politiknya pada pengembangan bom atom, dan idenya tentang Memex, yang dipandang sebagai konsep awal yang mendasari munculnya teknologi World Wide Web. Memex (singkatan dari "memory extender") , adalah nama yang diberikan oleh Vannevar Bush untuk sebuah mesin teoretis yang ia usulkan dalam artikelnya As We May Think, yang dimuat pada tahun 1945 pada The Atlantic Monthly. Memex disebut-sebut sebagai pionir dari teknologi hiperteks yang saat ini telah ada.
Vanner Bush memang tidak terlibat langsung dalam pengembangan internet, namun banyak yang mempertimbangkan kalau beliau disebut dengan God Father World Wide Web. Beliau membuat sebuah referensi esai hingga tahun 1945 dengan judul AS WE MY THINK, dalam artikelnya Bush menggambarkan sebuah mesin teoritis yang disebut MEMEX, untuk meningkatkan memori manusia dengan memungkinkan pengguna dapat mengambil dan menyimpan dokumen dalam sebuah Asosiasi. Asosiatif tersebut sangat berhubungan dan mirip dengan yang dikenal saat ini ysitu hypertext.sumber : www.artikel kamal.com
PENEMU INTERNET
Vannevar Bush (11 Maret, 8190 - 30 Juni, 1974 adalah seorang insinyur dan ilmuwan berkebangsaan Amerika yang dikenal karena pencapaiannya pada bidang kompetisi analog, peran politiknya pada pengembangan bom atom, dan idenya tentang Memex, yang dipandang sebagai konsep awal yang mendasari munculnya teknologi World Wide Web. Memex (singkatan dari "memory extender") , adalah nama yang diberikan oleh Vannevar Bush untuk sebuah mesin teoretis yang ia usulkan dalam artikelnya As We May Think, yang dimuat pada tahun 1945 pada The Atlantic Monthly. Memex disebut-sebut sebagai pionir dari teknologi hiperteks yang saat ini telah ada.
Vanner Bush memang tidak terlibat langsung dalam pengembangan internet, namun banyak yang mempertimbangkan kalau beliau disebut dengan God Father World Wide Web. Beliau membuat sebuah referensi esai hingga tahun 1945 dengan judul AS WE MY THINK, dalam artikelnya Bush menggambarkan sebuah mesin teoritis yang disebut MEMEX, untuk meningkatkan memori manusia dengan memungkinkan pengguna dapat mengambil dan menyimpan dokumen dalam sebuah Asosiasi. Asosiatif tersebut sangat berhubungan dan mirip dengan yang dikenal saat ini ysitu hypertext.
Rabu, 06 Oktober 2010
Contoh Bad Design
handphone model ini sangat tidak nyaman dan juga kurang efektif karena sangat sulit untuk digunakan dan jika kita ingin menggunakannya untuk sms kita membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mancari letak-letak hurufnya tidak seperti handphone jenis yang biasa kita pakai dalam kehidupan sehari-hari yang memudahkan kita untuk manggunakannya bahkan untuk bersmsan kita sudah tidak perlu lagi mencari-cari letak huruf yang akan kita ketik karena letaknya yang mudah diingat oleh semua orang. Dan untuk membuka handphone jenis ini kita jg harus menyediakan ruaang yang tepat,sulit jika kita menaruhnya diatas tangan kita seperti model handphone yang biasa digunakan banyak orang.
Setelah Handphone ini dijual, beberapa pemilik menginformasikan melalui beberapa forum di Internet bahwa HP yang tipis ini mudah rusak, Pada keypad control playback depan W350 mudah goyah. Yang terburuk, handset penutup baterai mudah sekali terbuka, menurut pengakuan beberapa pengguna yang melaporkan secara online di internet, mereka kehilangan penutupnya hanya dalam beberapa minggu penggunaan.
Dan handphone ini juga terlalu tipis sehingga dalam penggunaan cepat panas dan menjadi pengguna kurang merasa nyaman ketika ingin menelpon dengan handphone ini karena dapat mengganggu telinga kita akibat dari panas yang keluar pada handphone tersebut.
Sindroma Balint
Abstrak
Sindroma balint merupakan suatu sindrom yang utamanya terdiri dari simultanagnosia, ataksia optik, disorientasi spasial , dan hemispasial neglek. Banyak gejala gejala penyerta lainnya , namun keberadaan 2 dari gejala diatas ditambah dengan disorientasi spasial sudah memenuhi syarat untuk ditegakkannya diagnosis sindroma balint .
Sindroma ini terjadi akibat kerusakan dari kedua lobus parietal , dengan faktor etiologi yang sangat beragam . Tidak ada suatu metode terapi yang khusus dapat menyembuhkan sindroma ini kecuali memperbaiki penyakit yang mendasarinya , dan prognosis yang dimiliki juga tergantung dari penyakit yang mendasarinya , namun biasanya buruk
Kata kunci : sindroma balint – manifestasi klinis – penatalaksanaan
Abstract
Balint syndrome is a syndrome which contain simultanagnosia, optic ataxia, spasial disorientation, and neglect hemispatial .There are a lot of clinical manifestation follow them , but for work of diagnostic purpose , we just need 2 of them and add spatial disorientation. This syndrome occur biparietal damage, cause a several number of etiologic factors.
There are not specific therapy, except to manage its underlying desease, and prognostic factor for this circumstasnces usually poor .
Keywords : balint syndrome – clinical manifestation – management
Pendahuluan
Sindroma Balint merupakan sindroma yang timbul karena kerusakan kedua sisi lobus parietal, yang pertama kali ditemukan oleh seorang dokter Hungaria bernama Reszo Balint pada tahun 1909 .(1) Saat itu ia menyadari bahwa pasiennya memiliki keterbatasan dalam penglihatannya dimana pesien tidak dapat melihat lebih dari satu obyek pada waktu yang bersamaan, disertai ataksia optik, dan ketidakmampuan pasien untuk menjangkau obyek yang letaknya berhadapan dengan dirinya .(1,2)
Dalam ilustrasinya , Balint mengungkapkan sewaktu dilakukan pemeriksaan terhadap si pasien dengan dua buah benda yang saling melekat satu sama lain ( misalnya sisir dan sendok ) , maka si pasien hanya melihat benda yang didepannya saja , apabila percobaan tersebut diulang lagi , dengan sebelumnya kedua benda tersebut diturunkan ; maka pasien tampak kebingungan , karena ia malah tidak melihat kedua benda tersebut , namun yang ia lihat benda yang terletak lebih di belakang lagi dari kedua benda yang melekat itu ; yaitu papan tulis yang penuh dengan coretan tulisan dengan menggunakan kapur .(1,2)
Simultanagnosia yang terjadi pada pasien pasien tersebut ternyata tidak terpengaruh terhadap lapang pandang yang dimilikinya ; karena pada pemeriksaan lebih lanjut , tampak lapang pandang intak dengan pemeriksaan menggunakan satu obyek ; dan dari penelitian lebih lanjut tampak bahwa simultanagnosia juga tidak terpengaruh terhadap besar obyek yang dilihat ; jadi pasien dapat saja melihat entah itu semut atau gajah selama hanya satu obyek tunggal (1,3)
Sindroma biparietal yang terkena ini , ternyata juga timbul dari adanya hemispasial neglect dan kekacauan kata kata yang diderita pasien . Lebih lanjut akan kita diskusikan , hal hal apa saja yang membangkitkan sindroma ini , dan analisa hipotesis yang mendasari terjadinya keadaan ini .(2)
Etiologi dan anatomi sindroma Balint
Secara anatomi , tidak hanya lesi yang dapat menyebabkan hemispasial neglect ( utamanya pada daerah perbatasan temporoparietal ) yang dapat menyebabkan sindroma ini , tapi juga lesi lesi bilateral yang memiliki jaras penghubung pada area asosiasi posterior didaerah kortek. Lesi didaerah oksipitoparietal , yang mengenai gyrus angularis pada lobus oksipital dorsorostral , lalu area precuneus juga dapat menyebabkan sindroma ini , dengan penyebaran kearea girus temporalis superior . (1,2,3)
Apabila sindroma Balint terjadi tanpa hemispasial neglect , maka kemungkinan penyebab terbesar , kerusakan melibatkan daerah kuneus dan prekuneus dari perbatasan parieto-oksipital , dan girus angularis pada kedua belah sisi otak besar .(3)
Keterlibatan girus parieto-oksipital dalam hal ini , dapat terjadi akibat stroke akibat emboli jantung, penetrasi peluru , dan hal hal lainnya ; hal ini disebabkan karena girus ini terletak pada daerah yang diperdarahi arteri otak bagian medial dan posterior , sehingga sebab sebab lainnya yang disebut diatas dapat pula mencakup akibat hipoperfusi cerebral secara global , oligemia yang disebabkan hipoksia , hiperglikemia, peningkatan asidosis laktat disepanjang daerah tersebut .(3)
Suatu keadaan yang timbul terkait dengan operasi by-pass jantung yang dijalani pasien , sehingga yang bersangkutan mengalami syok kardiogenik sehingga menyebabkan hipotensi dan hipoksia sering terjadi dan memicu timbulnya sindroma Balint yang tidak disadari . (3,4)
Sebab lainnya adalah suatu glioma yang bercorak kupu kupu , yang timbul di satu sisi lobus parietal dan menyebar ke lobus parietal diseberangnya , melewati korpus kallosum ; apabila dilakukan radiasi pada keadaan tersebut , maka nekrosis yang timbul akibat radiasi tersebut , dapat juga menyebabkan keadaan ini .(1,2,4)
Penyakit penyakit degeneratif, seperti alzheimer sudah dilaporkan dapat menyebabkan sindroma Balint .(2)
Kelainan kelainan yang seringkali ditemukan pada sindroma ini , karena terkait dengan kerusakan pada bagian bagian otak yang sudah disebutkan diatas , sudah banyak dilaporkan dalam berbagai kepustakaan ; diantara kelainan kelainan tersebut ialah agnosia asosiatif, prosopagnosia, alexia, gangguan lapang pandang, dan beberapa gangguan kognitif . Dengan banyaknya kelainan penyerta yang timbul , seringkali pemeriksan kesulitan menegakkan suatu diagnosa sindroma Balint ; namun Holmes dan Horax mengatakan bahwa ,apabila sudah dipenuhi 2 tanda utama dari keadaan ini yaitu gangguan konstriksi atensi pada visual ( yang mencakup simultanagnosia dan ataksia optik ) serta disorientasi spasial ; maka penegakkan diagnosa sindroma ini sudah sangat memadai .(1,4)
Kelainan kelainan yang sering timbul pada sindroma Balint
Bila sindroma ini sudah masuk dalam stadium berat , penderita akan tampak seperti orang buta , tidak ada reflek ancam , gaya berjalan tampak seperti orang sempoyongan , dan tidak dapat mempertahankan posisi bila berhadapan dengan lawan bicaranya secara frontal . Pada pemeriksaan , bila pemeriksan tenang dan sabar, dengan meletakan obyek didepan pasien hingga matanya mampu memfiksasi obyek tersebut ( tanpa ada obyek lainnya ) , pasien mulai menyadari dan mampu melihat obyek tersebut , namun pada saat itu , pasien betul betul tidak akan melihat disekeliling obyek yang dilihat , sehingga perhatiannya hanya terfokus pada obyek tersebut .(4,5)
Pada suatu pemeriksaan sindroma balint yang sudah cukup berat ; pernah seorang pasien disuruh untuk menggambar suatu obyek diatas kertas gambar. Keesokan harinya begitu pemeriksa memperlihatkan gambar yang telah dibuat pasien , dengan sedikit terkesima penuh kekaguman, pasien memiringkan kepalanya, dan memicingkan matanya , dan berujar kepada si pemeriksa ,” dokter, saya tidak melihat gambar apapun yang ada , namun apabila bentuk yang dokter maksud itu adalah pola dan corakan serat serat kertas yang ada dihadapan saya ; maka corakan tersebut memang sangat mengagumkan “.(4)
Gangguan konstriksi atensi pada visual : Simultanagnosia
Holmes dan Horax , memeriksa seorang veteran perang dunia I berumur 30 tahun , dengan bekas luka tembak yang menembus gyrus parieto-oksipital , dan menulis kesimpulannya bahwa pasien hanya dapat melihat satu objek pada satu waktu .(2,3,4)
Coslett dan Saffran , melukiskan bahwa pasien yang ia periksa tidak saja sangat terganggu dengan pola penglihatannya sekarang dimana pasien hanya dapat melihat satu orang pada acara televisi yang pasien tonton , tapi juga pasien sering kebingungan apabila membaca rangkaian kata ; begitu juga pada saat menulis , karena seringkali pasien melihat ujung pensilnya hilang berganti dengan corakan kertas , dan berganti lagi dengan huruf yang ia tulis .(4,5)
Lebih lanjut , Holmes dan Horax menemukan bahwa pasien sindroma Balient tidak dapat membedakan besar-lecil, panjang-pendeknya sebuah benda , bukan karena tidak dapat memperbandingkannya ,namun lebih karena tidak ada obyek yang dapat dipergunakan sebagai obyek pembandingnya.(3)
Sehingga dapat dikatakan simultanagnosia adalah suatu padanan yang digunakan untuk melukiskan adanya kelainan dalam mengintegrasi suatu pola pandangan . Namun perlu dicatat , bahwa menurut Wolpert , suatu simultanagnosia saja , tidak hanya terjadi pada sindroma balint , karena setiap lesi yang terjadi pada kortek parieto-oksipital sebelah kiri , seringkali menyebabkan simultanagnosia ; sementara Farah mengatakan bahwa simultanagnosia pada sindroma Balint lebih tepat disebut dorsal dan ventral simultanagnosia , yang merupakan suatu kelainan akibat lesi di parieto-oksipital kiri dan menyebar kedaerah lobus oksipital , sehingga pasien pasien sindroma balint yang menderita simultanagnosia , tidak hanya tidak dapat melihat lebih dari satu obyek pada saat yang bersamaan , tapi juga terdapat suatu disorientasi spasial , dimana ia tidak tahu mengenai letak obyek tersebut atau kemana harus mencari keberadaan obyek tersebut .(1,4,5)
Disorientasi spasial
Holmes dan Horax mengatakan bahwa disorientasi spasial merupakan tanda utama dari sindroma Balint . Mereka melukiskan , bahwa pada pemeriksaan terhadap seorang pasien yang menderita sindroma Balint , bahwa pasien itu sedang berada beberapa meter dari tempat tidurnya , begitu disuruh kembali untuk merubah arahnya menuju tempat tidurnya ; si pasien berbalik, dengan kebingungan mencari dimana tempat tidurnya ; begitu menemukan tempat tidurnya , dan pada saat ia mulai melangkah ; isi pasien berkata ; bahwa ia harus mencari kembali dimana posisi tempat tidurnya . (8)
Tidak pelak lagi , bahwa kedua gangguan ini (simultanagnosia dan disorientasi spasial ) merupakan suatu masalah yang cukup serius bagi pasien dalam menjalani kehidupannya sehari hari .(6,8)
Pergerakan mata yang bermasalah
Pergerakan okulomotor yang bermasalah , juga kerapkali timbul dalam sindroma Balint , seperti gangguan fiksasi, sakadik , pergerakan pursuit dan bola mata . Dengan pasien yang tidak dapat mempertahankan fiksasi kedua bola matanya , maka kemungkinan terjadinya sakadik cukup besar , sehingga akan membuat penghayatan persepsi penglihatan yang kacau karena pergerakan bola mata yang kacau .(2,4)
Holmes dan Horax melukiskan , bahwa dalam pemeriksaan pasien mereka ; si pasien dapat memfiksasi pandangannya terhadap satu obyek ; namun apabila tempat dari obyek tersebut di gerakan / diubah / digeser dengan cepat ; maka si pasien akan kehilangan pandangannya terhadap obyek yang bergerak itu , tidak masalah apakah pergeseran itu hanya beberapa derajat .(2,3,6)
Ataksia Optik
Pada penderita sindroma Balint , terdapat ketidakmampuan untuk menjangkau obyek . Dalam salah satu tulisannya , Holmes dan Horax melukiskan, bahkan sesaat setelah melihat sendok, pasien tidak dapat melihat lurus ke sendok tersebut, dan saat mencoba menjangkaunya, gerakannya sangat tidak akurat , karena dilakukan dengan cara tangannya meraba raba mencari sendok tersebut, hingga menyentuh sendok . (2,3)
Atau contoh lainnya ; berikan pasien penderita sindroma ini sebuah pensil ; lalu minta kepadanya untuk menggambarkan sebuah titik pada lingkaran yang sudah tergambar diatas kertas . Pasien dengan sindroma Balint tidak akan bisa melakukan hal tersebut , bukan karena ketidaktahuannya akan bentuk lingkaran atau fungsi dari pensil , namun lebih karena ia tidak tahu atau tepatnya tidak dapat melihat bentuk lingkaran .(2)
Kelemahan persepsi
Holmes dan Horax menemukan kelainan ini bersama dengan disorientasi spasial . Dikarenakan pasien pasien dengan sindroma ini , tidak dapat melihat dua benda secara bersamaan , maka iapun tidak dapat memperkirakan benda mana yang lebih besar dari lainnya , benda mana yang paling dekat dengannya ; namun tidak demikian bila ada satu benda yang diperlihatkan kepadanya . Misalnya kita memperlihatkan pensil , maka pasien akan tahu bagian mana yang diatas atau yang dibawah . Ketidakmampuan persepsi tersebut juga berlaku pada bidang warna .(6,7)
Kontribusi hemisfer kiri terhadap pergeseran atensi terhadap obyek yang dilihat
Egly dan kawan kawan melakukan penelitian ini terhadap pasien pasien penderita sindroma Balint . Dari hasil eksperimen mereka didapat hasil bahwa terdapat pergeseran atensi diantara obyek pada lesi lobus parietal khususnya sebelah kiri . Pada pasien pasien denan lesi unilateral didapatkan pergeseran atensi , dimana respon terhadap kontraletaral terhadap lesi lebih besar daripada ipsilateral . Dari hasil penelitian lebih jauh didapatkan hasil bahwa lobus parietal kanan mengurusi pergeseran atensi berdasarkan lokasi , sementara lobus parietal kiri mengurusi pergeseran atensi berdasarkan obyek . Kinerja yang sinergis diantara kedua lobus tersebut , disebabkan adanya jaras jaras neocorteks yang menghubungkannya . Pada lapang pandang kanan dalam penelitian ini , tidak didapatkan suatu kelainan .(6,7)
Terapi dan Prognosis
Terapi yang kita gunakan dalam penatalaksanaan sindroma ini adalah sangat tidak spesifik , dan kesemuanya harus berawal dari penyakit yang mendasarinya . Sehingga apabila underlying desease yang menyebabkannya sudah kita atasi , diharapkan manifestasi klinis yang timbul dapat membaik .(1,3,4)
Demikian pula dengan prognosis yang dimiliki , akan sangat tergantung dari underlying desease yang menyebabkan sindroma ini terjadi , namun biasanya dikarenakan pasien sudah dalam stadium lanjut waktu memeriksakan penyakitnya ke dokter , prognosis yang biasanya terjadi adalah buruk . (5,6,7)
Kesimpulan
Seluruh gambaran penting dari sindroma in dapat digolongkan dalam 2 bagian besar , yaitu :
1. penyempitan atensi visual terhadap satu obyek
2. berkutangnya akses terhadap representasi topografik yang berasal dari stimulus visual
terhadap lapang pandang dunia luar maupun memori topografik yang menyertainya .
Keadaan tersebut menyebabkan pasien pasien yang menderita sindroma Balint ini akan melakukan :
1. memiliki keengganan untuk mengenali obyek dan lokasinya
2. proses persepsia yang tidak layak
3. tidak berlakunya representasi spasial dan atensi guna mengenali lingkungan luar yang
berhubungan dengannya .
Tidak ada suatu metode terapi yang khusus dapat menyembuhkan sindroma ini kecuali memperbaiki penyakit yang mendasarinya , dan prognosis yang dimiliki juga tergantung dari penyakit yang mendasarinya , namun biasanya buruk
Daftar Pustaka :
1. Mendez MF. Corticobasal Ganglionic Degeneration With Balint's Syndrome. J
Neuropsychiatry Clin Neurosci 12:273-275, May 2000
2. Liu GT, Newman NJ. Cranial nerve II and afferent visual pathway in Goetz CG (
editors ) Textbook of clinical Neurology 2nd ed. Elsevier Philadelphia, 2003 , pg 128
3. Rizzao M, Veccera SP. Psychoanatomical substrates of Balint's syndrome. J
Neurol Neurosurg Psychiatry. 2002 Feb;72(2):162-78
4. Al-Khawaja . Neurovisual rehabilitation in Balint's syndrome. J Neurol Neurosurg
Psychiatry 2001;70:416
5. Moreaud O. Balint Syndrome.
Arch Neurol. 2003;60:1329-1331
6. Phan ML,Schendel KL,Recanzone GH,Robertson LC. Auditory and Visual Spatial
Localization Deficits Following Bilateral Parietal Lobe Lesions in a Patient with
Balint's Syndrome. Journal of Cognitive Neuroscience. Vol. 12, Issue 4 - July 2000
7. Robertson L,Treissman A, Friedman-Hill S,Grabowecky M. The Interaction of Spatial
and Object Pathways: Evidence from Balint's Syndrome. Journal of Cognitive
Neuroscience. Vol. 9, Issue 3 - May 1997
8. Shah PA. Migraine aura masquerading as Balint's syndrome. J Neurol Neurosurg Psychiatry
1999;67:554-555
Sumber : Blog Fritz Sumantri Usman, Sr
Sindroma balint merupakan suatu sindrom yang utamanya terdiri dari simultanagnosia, ataksia optik, disorientasi spasial , dan hemispasial neglek. Banyak gejala gejala penyerta lainnya , namun keberadaan 2 dari gejala diatas ditambah dengan disorientasi spasial sudah memenuhi syarat untuk ditegakkannya diagnosis sindroma balint .
Sindroma ini terjadi akibat kerusakan dari kedua lobus parietal , dengan faktor etiologi yang sangat beragam . Tidak ada suatu metode terapi yang khusus dapat menyembuhkan sindroma ini kecuali memperbaiki penyakit yang mendasarinya , dan prognosis yang dimiliki juga tergantung dari penyakit yang mendasarinya , namun biasanya buruk
Kata kunci : sindroma balint – manifestasi klinis – penatalaksanaan
Abstract
Balint syndrome is a syndrome which contain simultanagnosia, optic ataxia, spasial disorientation, and neglect hemispatial .There are a lot of clinical manifestation follow them , but for work of diagnostic purpose , we just need 2 of them and add spatial disorientation. This syndrome occur biparietal damage, cause a several number of etiologic factors.
There are not specific therapy, except to manage its underlying desease, and prognostic factor for this circumstasnces usually poor .
Keywords : balint syndrome – clinical manifestation – management
Pendahuluan
Sindroma Balint merupakan sindroma yang timbul karena kerusakan kedua sisi lobus parietal, yang pertama kali ditemukan oleh seorang dokter Hungaria bernama Reszo Balint pada tahun 1909 .(1) Saat itu ia menyadari bahwa pasiennya memiliki keterbatasan dalam penglihatannya dimana pesien tidak dapat melihat lebih dari satu obyek pada waktu yang bersamaan, disertai ataksia optik, dan ketidakmampuan pasien untuk menjangkau obyek yang letaknya berhadapan dengan dirinya .(1,2)
Dalam ilustrasinya , Balint mengungkapkan sewaktu dilakukan pemeriksaan terhadap si pasien dengan dua buah benda yang saling melekat satu sama lain ( misalnya sisir dan sendok ) , maka si pasien hanya melihat benda yang didepannya saja , apabila percobaan tersebut diulang lagi , dengan sebelumnya kedua benda tersebut diturunkan ; maka pasien tampak kebingungan , karena ia malah tidak melihat kedua benda tersebut , namun yang ia lihat benda yang terletak lebih di belakang lagi dari kedua benda yang melekat itu ; yaitu papan tulis yang penuh dengan coretan tulisan dengan menggunakan kapur .(1,2)
Simultanagnosia yang terjadi pada pasien pasien tersebut ternyata tidak terpengaruh terhadap lapang pandang yang dimilikinya ; karena pada pemeriksaan lebih lanjut , tampak lapang pandang intak dengan pemeriksaan menggunakan satu obyek ; dan dari penelitian lebih lanjut tampak bahwa simultanagnosia juga tidak terpengaruh terhadap besar obyek yang dilihat ; jadi pasien dapat saja melihat entah itu semut atau gajah selama hanya satu obyek tunggal (1,3)
Sindroma biparietal yang terkena ini , ternyata juga timbul dari adanya hemispasial neglect dan kekacauan kata kata yang diderita pasien . Lebih lanjut akan kita diskusikan , hal hal apa saja yang membangkitkan sindroma ini , dan analisa hipotesis yang mendasari terjadinya keadaan ini .(2)
Etiologi dan anatomi sindroma Balint
Secara anatomi , tidak hanya lesi yang dapat menyebabkan hemispasial neglect ( utamanya pada daerah perbatasan temporoparietal ) yang dapat menyebabkan sindroma ini , tapi juga lesi lesi bilateral yang memiliki jaras penghubung pada area asosiasi posterior didaerah kortek. Lesi didaerah oksipitoparietal , yang mengenai gyrus angularis pada lobus oksipital dorsorostral , lalu area precuneus juga dapat menyebabkan sindroma ini , dengan penyebaran kearea girus temporalis superior . (1,2,3)
Apabila sindroma Balint terjadi tanpa hemispasial neglect , maka kemungkinan penyebab terbesar , kerusakan melibatkan daerah kuneus dan prekuneus dari perbatasan parieto-oksipital , dan girus angularis pada kedua belah sisi otak besar .(3)
Keterlibatan girus parieto-oksipital dalam hal ini , dapat terjadi akibat stroke akibat emboli jantung, penetrasi peluru , dan hal hal lainnya ; hal ini disebabkan karena girus ini terletak pada daerah yang diperdarahi arteri otak bagian medial dan posterior , sehingga sebab sebab lainnya yang disebut diatas dapat pula mencakup akibat hipoperfusi cerebral secara global , oligemia yang disebabkan hipoksia , hiperglikemia, peningkatan asidosis laktat disepanjang daerah tersebut .(3)
Suatu keadaan yang timbul terkait dengan operasi by-pass jantung yang dijalani pasien , sehingga yang bersangkutan mengalami syok kardiogenik sehingga menyebabkan hipotensi dan hipoksia sering terjadi dan memicu timbulnya sindroma Balint yang tidak disadari . (3,4)
Sebab lainnya adalah suatu glioma yang bercorak kupu kupu , yang timbul di satu sisi lobus parietal dan menyebar ke lobus parietal diseberangnya , melewati korpus kallosum ; apabila dilakukan radiasi pada keadaan tersebut , maka nekrosis yang timbul akibat radiasi tersebut , dapat juga menyebabkan keadaan ini .(1,2,4)
Penyakit penyakit degeneratif, seperti alzheimer sudah dilaporkan dapat menyebabkan sindroma Balint .(2)
Kelainan kelainan yang seringkali ditemukan pada sindroma ini , karena terkait dengan kerusakan pada bagian bagian otak yang sudah disebutkan diatas , sudah banyak dilaporkan dalam berbagai kepustakaan ; diantara kelainan kelainan tersebut ialah agnosia asosiatif, prosopagnosia, alexia, gangguan lapang pandang, dan beberapa gangguan kognitif . Dengan banyaknya kelainan penyerta yang timbul , seringkali pemeriksan kesulitan menegakkan suatu diagnosa sindroma Balint ; namun Holmes dan Horax mengatakan bahwa ,apabila sudah dipenuhi 2 tanda utama dari keadaan ini yaitu gangguan konstriksi atensi pada visual ( yang mencakup simultanagnosia dan ataksia optik ) serta disorientasi spasial ; maka penegakkan diagnosa sindroma ini sudah sangat memadai .(1,4)
Kelainan kelainan yang sering timbul pada sindroma Balint
Bila sindroma ini sudah masuk dalam stadium berat , penderita akan tampak seperti orang buta , tidak ada reflek ancam , gaya berjalan tampak seperti orang sempoyongan , dan tidak dapat mempertahankan posisi bila berhadapan dengan lawan bicaranya secara frontal . Pada pemeriksaan , bila pemeriksan tenang dan sabar, dengan meletakan obyek didepan pasien hingga matanya mampu memfiksasi obyek tersebut ( tanpa ada obyek lainnya ) , pasien mulai menyadari dan mampu melihat obyek tersebut , namun pada saat itu , pasien betul betul tidak akan melihat disekeliling obyek yang dilihat , sehingga perhatiannya hanya terfokus pada obyek tersebut .(4,5)
Pada suatu pemeriksaan sindroma balint yang sudah cukup berat ; pernah seorang pasien disuruh untuk menggambar suatu obyek diatas kertas gambar. Keesokan harinya begitu pemeriksa memperlihatkan gambar yang telah dibuat pasien , dengan sedikit terkesima penuh kekaguman, pasien memiringkan kepalanya, dan memicingkan matanya , dan berujar kepada si pemeriksa ,” dokter, saya tidak melihat gambar apapun yang ada , namun apabila bentuk yang dokter maksud itu adalah pola dan corakan serat serat kertas yang ada dihadapan saya ; maka corakan tersebut memang sangat mengagumkan “.(4)
Gangguan konstriksi atensi pada visual : Simultanagnosia
Holmes dan Horax , memeriksa seorang veteran perang dunia I berumur 30 tahun , dengan bekas luka tembak yang menembus gyrus parieto-oksipital , dan menulis kesimpulannya bahwa pasien hanya dapat melihat satu objek pada satu waktu .(2,3,4)
Coslett dan Saffran , melukiskan bahwa pasien yang ia periksa tidak saja sangat terganggu dengan pola penglihatannya sekarang dimana pasien hanya dapat melihat satu orang pada acara televisi yang pasien tonton , tapi juga pasien sering kebingungan apabila membaca rangkaian kata ; begitu juga pada saat menulis , karena seringkali pasien melihat ujung pensilnya hilang berganti dengan corakan kertas , dan berganti lagi dengan huruf yang ia tulis .(4,5)
Lebih lanjut , Holmes dan Horax menemukan bahwa pasien sindroma Balient tidak dapat membedakan besar-lecil, panjang-pendeknya sebuah benda , bukan karena tidak dapat memperbandingkannya ,namun lebih karena tidak ada obyek yang dapat dipergunakan sebagai obyek pembandingnya.(3)
Sehingga dapat dikatakan simultanagnosia adalah suatu padanan yang digunakan untuk melukiskan adanya kelainan dalam mengintegrasi suatu pola pandangan . Namun perlu dicatat , bahwa menurut Wolpert , suatu simultanagnosia saja , tidak hanya terjadi pada sindroma balint , karena setiap lesi yang terjadi pada kortek parieto-oksipital sebelah kiri , seringkali menyebabkan simultanagnosia ; sementara Farah mengatakan bahwa simultanagnosia pada sindroma Balint lebih tepat disebut dorsal dan ventral simultanagnosia , yang merupakan suatu kelainan akibat lesi di parieto-oksipital kiri dan menyebar kedaerah lobus oksipital , sehingga pasien pasien sindroma balint yang menderita simultanagnosia , tidak hanya tidak dapat melihat lebih dari satu obyek pada saat yang bersamaan , tapi juga terdapat suatu disorientasi spasial , dimana ia tidak tahu mengenai letak obyek tersebut atau kemana harus mencari keberadaan obyek tersebut .(1,4,5)
Disorientasi spasial
Holmes dan Horax mengatakan bahwa disorientasi spasial merupakan tanda utama dari sindroma Balint . Mereka melukiskan , bahwa pada pemeriksaan terhadap seorang pasien yang menderita sindroma Balint , bahwa pasien itu sedang berada beberapa meter dari tempat tidurnya , begitu disuruh kembali untuk merubah arahnya menuju tempat tidurnya ; si pasien berbalik, dengan kebingungan mencari dimana tempat tidurnya ; begitu menemukan tempat tidurnya , dan pada saat ia mulai melangkah ; isi pasien berkata ; bahwa ia harus mencari kembali dimana posisi tempat tidurnya . (8)
Tidak pelak lagi , bahwa kedua gangguan ini (simultanagnosia dan disorientasi spasial ) merupakan suatu masalah yang cukup serius bagi pasien dalam menjalani kehidupannya sehari hari .(6,8)
Pergerakan mata yang bermasalah
Pergerakan okulomotor yang bermasalah , juga kerapkali timbul dalam sindroma Balint , seperti gangguan fiksasi, sakadik , pergerakan pursuit dan bola mata . Dengan pasien yang tidak dapat mempertahankan fiksasi kedua bola matanya , maka kemungkinan terjadinya sakadik cukup besar , sehingga akan membuat penghayatan persepsi penglihatan yang kacau karena pergerakan bola mata yang kacau .(2,4)
Holmes dan Horax melukiskan , bahwa dalam pemeriksaan pasien mereka ; si pasien dapat memfiksasi pandangannya terhadap satu obyek ; namun apabila tempat dari obyek tersebut di gerakan / diubah / digeser dengan cepat ; maka si pasien akan kehilangan pandangannya terhadap obyek yang bergerak itu , tidak masalah apakah pergeseran itu hanya beberapa derajat .(2,3,6)
Ataksia Optik
Pada penderita sindroma Balint , terdapat ketidakmampuan untuk menjangkau obyek . Dalam salah satu tulisannya , Holmes dan Horax melukiskan, bahkan sesaat setelah melihat sendok, pasien tidak dapat melihat lurus ke sendok tersebut, dan saat mencoba menjangkaunya, gerakannya sangat tidak akurat , karena dilakukan dengan cara tangannya meraba raba mencari sendok tersebut, hingga menyentuh sendok . (2,3)
Atau contoh lainnya ; berikan pasien penderita sindroma ini sebuah pensil ; lalu minta kepadanya untuk menggambarkan sebuah titik pada lingkaran yang sudah tergambar diatas kertas . Pasien dengan sindroma Balint tidak akan bisa melakukan hal tersebut , bukan karena ketidaktahuannya akan bentuk lingkaran atau fungsi dari pensil , namun lebih karena ia tidak tahu atau tepatnya tidak dapat melihat bentuk lingkaran .(2)
Kelemahan persepsi
Holmes dan Horax menemukan kelainan ini bersama dengan disorientasi spasial . Dikarenakan pasien pasien dengan sindroma ini , tidak dapat melihat dua benda secara bersamaan , maka iapun tidak dapat memperkirakan benda mana yang lebih besar dari lainnya , benda mana yang paling dekat dengannya ; namun tidak demikian bila ada satu benda yang diperlihatkan kepadanya . Misalnya kita memperlihatkan pensil , maka pasien akan tahu bagian mana yang diatas atau yang dibawah . Ketidakmampuan persepsi tersebut juga berlaku pada bidang warna .(6,7)
Kontribusi hemisfer kiri terhadap pergeseran atensi terhadap obyek yang dilihat
Egly dan kawan kawan melakukan penelitian ini terhadap pasien pasien penderita sindroma Balint . Dari hasil eksperimen mereka didapat hasil bahwa terdapat pergeseran atensi diantara obyek pada lesi lobus parietal khususnya sebelah kiri . Pada pasien pasien denan lesi unilateral didapatkan pergeseran atensi , dimana respon terhadap kontraletaral terhadap lesi lebih besar daripada ipsilateral . Dari hasil penelitian lebih jauh didapatkan hasil bahwa lobus parietal kanan mengurusi pergeseran atensi berdasarkan lokasi , sementara lobus parietal kiri mengurusi pergeseran atensi berdasarkan obyek . Kinerja yang sinergis diantara kedua lobus tersebut , disebabkan adanya jaras jaras neocorteks yang menghubungkannya . Pada lapang pandang kanan dalam penelitian ini , tidak didapatkan suatu kelainan .(6,7)
Terapi dan Prognosis
Terapi yang kita gunakan dalam penatalaksanaan sindroma ini adalah sangat tidak spesifik , dan kesemuanya harus berawal dari penyakit yang mendasarinya . Sehingga apabila underlying desease yang menyebabkannya sudah kita atasi , diharapkan manifestasi klinis yang timbul dapat membaik .(1,3,4)
Demikian pula dengan prognosis yang dimiliki , akan sangat tergantung dari underlying desease yang menyebabkan sindroma ini terjadi , namun biasanya dikarenakan pasien sudah dalam stadium lanjut waktu memeriksakan penyakitnya ke dokter , prognosis yang biasanya terjadi adalah buruk . (5,6,7)
Kesimpulan
Seluruh gambaran penting dari sindroma in dapat digolongkan dalam 2 bagian besar , yaitu :
1. penyempitan atensi visual terhadap satu obyek
2. berkutangnya akses terhadap representasi topografik yang berasal dari stimulus visual
terhadap lapang pandang dunia luar maupun memori topografik yang menyertainya .
Keadaan tersebut menyebabkan pasien pasien yang menderita sindroma Balint ini akan melakukan :
1. memiliki keengganan untuk mengenali obyek dan lokasinya
2. proses persepsia yang tidak layak
3. tidak berlakunya representasi spasial dan atensi guna mengenali lingkungan luar yang
berhubungan dengannya .
Tidak ada suatu metode terapi yang khusus dapat menyembuhkan sindroma ini kecuali memperbaiki penyakit yang mendasarinya , dan prognosis yang dimiliki juga tergantung dari penyakit yang mendasarinya , namun biasanya buruk
Daftar Pustaka :
1. Mendez MF. Corticobasal Ganglionic Degeneration With Balint's Syndrome. J
Neuropsychiatry Clin Neurosci 12:273-275, May 2000
2. Liu GT, Newman NJ. Cranial nerve II and afferent visual pathway in Goetz CG (
editors ) Textbook of clinical Neurology 2nd ed. Elsevier Philadelphia, 2003 , pg 128
3. Rizzao M, Veccera SP. Psychoanatomical substrates of Balint's syndrome. J
Neurol Neurosurg Psychiatry. 2002 Feb;72(2):162-78
4. Al-Khawaja . Neurovisual rehabilitation in Balint's syndrome. J Neurol Neurosurg
Psychiatry 2001;70:416
5. Moreaud O. Balint Syndrome.
Arch Neurol. 2003;60:1329-1331
6. Phan ML,Schendel KL,Recanzone GH,Robertson LC. Auditory and Visual Spatial
Localization Deficits Following Bilateral Parietal Lobe Lesions in a Patient with
Balint's Syndrome. Journal of Cognitive Neuroscience. Vol. 12, Issue 4 - July 2000
7. Robertson L,Treissman A, Friedman-Hill S,Grabowecky M. The Interaction of Spatial
and Object Pathways: Evidence from Balint's Syndrome. Journal of Cognitive
Neuroscience. Vol. 9, Issue 3 - May 1997
8. Shah PA. Migraine aura masquerading as Balint's syndrome. J Neurol Neurosurg Psychiatry
1999;67:554-555
Sumber : Blog Fritz Sumantri Usman, Sr
Kamis, 30 September 2010
Grafik Komputer Dalam Kehidupam Sehari-hari dalam BMG.Tsunami
Tsunami adalah gelombang laut yang disebabkan oleh gempa bumi,tanah longsor atau letusan gunung merapi yang terjadi di dalam laut. Gelombang tsunami bergerak dengan kecepatan yang sanagat cepat sekitar ratusan kilometer perjam di lautan dalam dan dapat mencapai ketinggian melebihi 30 meter didaratan. Magnitudo Tsunami yang terjadi di Indonesia berkisar antara 1,5-4,5 skala Imamura, dengan tinggi gelombang Tsunami maksimum yang mencapai pantai berkisar antara 4 – 24 meter dan jangkauan gelombang ke daratan berkisar antara 50 sampai 200 meter dari garis pantai.
Gempa yang menimbulkan tsunami sebagian besar berupa gempa yang mempunyai mekanisme fokus dengan komponen dip-slip, yang terbanyak adalah tipe thrust (Flores 1992) dan sebagian kecil tipe normal (Sumba 1977).Gempa dengan mekanisme fokus strike slip kecil sekali kemungkinan untuk menimbulkan tsunami.
Tanda-tanda akan datangnya tsunami di daerah pinggir pantai adalah :
1. Air laut yang surut secara tiba-tiba.
2. Bau asin yang sangat menyengat.
3. Dari kejauhan tampak gelombang putih dan suara gemuruh yang sangat keras.
Tsunami terjadi jika :
• Gempa besar dengan kekuatan gempa > 6.3 SR
• Lokasi pusat gempa di laut
• Kedalaman dangkal < 40 Km
• Terjadi deformasi vertikal dasar laut
Gempa yang menimbulkan tsunami sebagian besar berupa gempa yang mempunyai mekanisme fokus dengan komponen dip-slip, yang terbanyak adalah tipe thrust (Flores 1992) dan sebagian kecil tipe normal (Sumba 1977).Gempa dengan mekanisme fokus strike slip kecil sekali kemungkinan untuk menimbulkan tsunami.
Tanda-tanda akan datangnya tsunami di daerah pinggir pantai adalah :
1. Air laut yang surut secara tiba-tiba.
2. Bau asin yang sangat menyengat.
3. Dari kejauhan tampak gelombang putih dan suara gemuruh yang sangat keras.
Tsunami terjadi jika :
• Gempa besar dengan kekuatan gempa > 6.3 SR
• Lokasi pusat gempa di laut
• Kedalaman dangkal < 40 Km
• Terjadi deformasi vertikal dasar laut
Langganan:
Postingan (Atom)